BERITA : Gabungan Dua Program Kerja, PPC BEM KM FKM Unand Malaksanakan Pengabdian di Dua Tempat

Preventive dan Promotif Club (PPC) BEM KM FKM Unand telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di dua tempat, yakni SDN 40 Sungai Lareh dan Rumah Singgah Komunitas Cahaya. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu (16-17 September 2023) yang dimulai pada pukul 08.00-12.00 WIB. Dalam pengabdian di sekolah dan komunitas, selain Pengurus PPC, sejumlah volunteer ikut meramaikan kegiatan. Pengabdian Masyarakat dari PPC BEM KM FKM Unand merupakan gabungan dari program kerja PPC Goes to School dan Pengmas Care.


Kegiatan dimulai dengan senam pagi di SDN 40 Sungai Lareh. Dilanjutkan dengan edukasi kesehatan terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dalam sesi tersebut, murid kelas 5 SD dipandu cara mencuci tangan yang baik dan benar. Kemudian, penyampaian materi dilanjutkan dengan pembahasan seputar mitigasi bencana alam gempa bumi dan demam berdarah dengue (DBD). Rangkaian kegiatan terdiri dari Post-test dan Pre-test, games, hingga melakukan cap jari sebagai tanda berakhirnya kegiatan.



Murid SDN 40 Sungai Lareh Dipandu Cara Mencuci Tangan dengan 6 Langkah

Pengabdian di SDN 40 Sungai Lareh disambut baik oleh murid, para guru, dan kepala sekolah. Dalam sesi wawancara, Osri Yenti, S. Pd. menyatakan bahwa, "Kalau tentang kegiatan ini saya sangat mendukung, karena memang seharusnya mahasiswa itu harus tau tentang apa yang harus dikerjakan di lingkungan masyarakat yang sebenarnya."


Setelah pemberian edukasi kepada para murid oleh mahasiswa, pendidikan yang telah diajarkan lebih ditekankan ke depannya agar manfaat dari kegiatan lebih terasa. "Walaupun belum sekarang nampak manfaatnya pada anak, tapi anak sudah tau bagaimana sebenarnya yang dijelaskan tadi itu. Jadi ditekankan lagi pembelajaran dari guru," lanjutnya.


Dita Az-Zahra selaku sekretaris kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan murid SDN 40 Sungai Lareh terhadap PHBS, Mitigasi Bencana dan Penanggulangan DBD. "Program ini bisa dilanjutkan dan semoga pengurus yang ke depannya bisa lebih memantapkan lagi, serta memberikan inovasi tentang kegiatan ini," tuturnya dalam sesi wawancara.


Hari Ke-1 di SDN 40 Sungai Lareh

Kegiatan pengabdian dilanjutkan di Rumah Singgah Komunitas Cahaya pada hari Minggu, (17/9/23). Agenda kegiatan terdiri dari menggambar dan mewarnai serta story telling. 


Pada awalnya, Rumah Singgah Komunitas Cahaya merupakan sebuah komunitas yang mendukung secara moril pada pasien pengidap kanker. Komunitas ini belum belum memiliki tempat singgah dan berbadan hukum seperti sekarang. Rumah Singgah Komunitas Cahaya dikhususkan sebagai wadah pendampingan pasien anak pengidap kanker beserta keluarganya. "Rumah Singgah Cahaya ini rumah singgah yang dikhususkan untuk pasien-pasien yang sedang berjuang melawan kanker. Dan itu khusus untuk pasien anak," ucap Dini selaku perwakilan Komunitas Cahaya.



Sesi Mewarnai Anak-Anak Komunitas Cahaya


Kegiatan ini dilaksanakan guna melaksanakan program kerja sekaligus pengaplikasian Tri Darma Perguruan Tinggi dengan diadakannya pengabdian selama dua hari tersebut, berupa sosialisasi kesehatan masyarakat dan ke sekolah-sekolah. Adapun alasan memilih kedua tempat, yakni SDN 40 Sungai Lareh. Nindi Octaviani sekali Ketua Umum PPC BEM KM FKM Unand menyampaikan, "Kenapa kami memilih SD itu? Karena memang di SD itu belum ada yang pernah kesitu. Dan juga PHBS, Mitigasi Bencana sama kegiatan satunya lagi itu terkait DBD memang lagi marak-maraknya. Kami mengangkat berdasarkan situasi sekarang."

Sementara pada kegiatan di Komunitas Cahaya, dilakukan guna membentuk jiwa sosial dari Pengurus PPC BEM KM FKM Unand.


"Harapannya dari kegiatan itu tentunya baik dari pihak sekolah maupun komunitas, sama-sama merasakan kehadiran mahasiswa di tengah-tengah kehidupan mereka. Mahasiswa juga bisa berkontribusi di sektor kesehatan lingkup sekolah dan komunitas," lanjutnya dalam sesi wawancara. Ia juga berharap program kerja dari PPC tersebut, pengurus tahun selanjutnya dapat berimprovisasi sesuai kebutuhan zamannya. 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama