RAPI 09 : Apakah Mahasiswa Kesehatan Wajib Membantu Pemerintah dalam Menyukseskan Program JKN?

 

Riset dan Survei

Total pengisi kuisioner sebanyak 11 orang dengan rincian :

 


1 orang berasal dari angkatan 20, 5 orang berasal dari angkatan 21, dan 5 orang berasal dari angkatan 22.


1. Apakah anda pengguna BPJS?

 


9 orang menjawab pengguna BPJS dan 2 orang menjawab tidak menggunakan BPJS.


2. Jika iya, tipe BPJS apa yang anda gunakan?

 


2 orang menjawab BPJS tipe PBI, 6 orang menjawab BPJS tipe Non-PBI, dan 2orang menjawab tidak menggunakan BPJS.


3. Jika tidak, mengapa anda tidak menggunakan BPJS?

2 orang yang menjawab tidak menggunakan BPJS memiliki alasan bahwa mereka memakai jenis asuransi lain, seperti Kartu Indonesia Sehat ataupun asuransi swasta.


4. Menurut Anda, apakah Mahasiswa Kesehatan wajib membantu pemerintah dalam menyukseskan program JKN?



 10 orang menjawab iya dan 1 orang menjawab tidak


5. Apa alasan anda memilih jawaban tersebut?

10 orang yang menjawab iya berpendapat bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan tentang JKN maupun BPJS dan merasa hal tersebut merupakan keharusan mahasiswa untuk mennyukseskan program JKN ini melalui pembangunan kesehatan, penyadaran kesehatan, literasi dan perubahan perilaki, serta pembangunan kesehatan masyarakat. Namun mereka juga berpendapat bahwa mahasiswa lebih baik membantu pemerintah dalam sektor promotif dan preventif dibandingkan JKN yang berada di sektor kuratif. Sementara yang lainnya menjawab tidak memilih jawaban tersebut dengan alasan tidak tahu berkontribusi dalam bentuk seperti apa.


6. Menurut Anda, mengapa BPJS mengajak Mahasiswa untuk membantu menyukseskan program JKN?

Banyak pendapat berbeda pada pertanyaan ini. Ada beberapa yang mengatakan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus yang memiliki tingkat pengetahuan lebih daripada masyarakat, sehingga diharapkan mahasiswa dapat membantu mendukung dan menyukseskan program JKN. Namun ada pendapat kontra yang menyatakan bahwa BPJS kekurangan SDM sehingga memerlukan peran Mahasiswa.


7. Menurut Anda bagaimana pelaksanaan program JKN di Indonesia saat ini?



 Dalam pelaksanaan program JKN di Indonesia, 5 orang merasa baik, 5 orang merasa cukup, dan 1 orang merasa kurang.


8. Apa harapan anda terkait pelaksanaan program JKN kedepannya?

Seluruh responden memberikan pendapat tentang harapannya terhadap JKN, yaitu dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat mencakup seluruh kalangan masyarakat dengan adil dan merata. Selain itu, responden berharap agar BPJS mampu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan yang ada, sehingga dapat mengurangi berita-berita tidak mengenakkan mengenai BPJS.


Opini

Mahasiswa Kesehatan sangat perlu  untuk membantu menyukseskan program JKN karena output dari seorang mahasiswa Kesehatan, terutama seorang sarjana dibidang kesehatan harus dapat meningkatkan dan memberdayakan sumber daya manusia yang tentu saja berhubungan dengan program JKN. Selain itu,  agar pelayanan promotif dan preventif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dapat terus dikembangkan. Hal ini tentu membutuhkan peran mahasiswa Kesehatan sebagai generasi penerus.


Peran mahasiswa juga dapat menjadi ujung tombak pemerintah dalam membantu menyukseskan program JKN, bahwa mahasiswa juga berperan sebagai bagian masyarakat Indonesia, sehingga diharapkan mahasiswa dapat membantu pemerintah menjadi tangan kanan pemerintah dalam menyukseskan program JKN di Indonesia.


Program sosialisasi JKN kepada mahasiswa  merupakan gagasan yang inovatif. Walaupun dengan perkembangan teknologi yang sangat maju seperti saat ini, tidak semua lapisan masyarakat di Indonesia tahu apa itu JKN. Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan, mahasiswa jadi tau apa yang mungkin tidak pernah mereka tahu sebelumnya mengenai program JKN.


Program JKN/BPJS ini sangat membantu masyarakat dalam hal jaminan kesehatan. Namun dibeberapa sumber mengatakan implementasi di masyarakat terhadap program tersebut masih kurang, seperti adanya pembedaan pelayanan kesehatan tergantung kelas yang dimiliki dan beberapa pihak merasa terjadinya ketidakadilan, ataupun administrasi yang sulit. Oleh karena itu, semoga program JKN di indonesia selalu di monitoring dan melakukan evaluasi agar hal-hal yang tidak diinginkan tak terjadi, serta keresahan-keresahan yang dirasakan oleh masyarakat juga ikut berkurang .



Dhea Amelia, Dina Sartika, Rafli Akbarranis, dan Latifah Aulia

UKPM Pena KM FKM Unand

Generasi Arunakara 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama