BERITA : Do Something Indonesia Menjelajahi Padang : Anak Muda Cakap Digital


Padang, 19 Mei 2023

UKPM Pena KM FKM Unand sebagai local partner  dari rangkaian acara Do Something Indonesia  terkait Digital Savvy Indonesia yang bertemakan “Anak Muda Cakap Digital”. Acara ini berlangsung di Ruang Seminar Gedung I Universitas Andalas pada Jumat, 19 Mei 2023, dengan mengajak sekitar 200 mahasiswa/i kota Padang untuk melakukan Focus Group Discussion dan Campaign Competition. 


Acara tersebut mendatangkan langsung tiga narasumber dan satu orang moderator sebagai pemandu jalannya acara. Selain itu, keuntungan yang diberikan panitia acara, seperti pemberian snack, makan siang, sertifikat, dan Official Merchandise, serta hadiah uang tunai sebesar empat juta rupiah bagi kelompok yang dapat memenangi Fokus Group Discussion (FGD) dan Campaign Competition.


 

Talk Show dan Bincang Komunitas

Tiga narasumber tersebut adalah Neneng Julia Rizky selaku Specialist Do Something Indonesia, Wahyooou selaku Influencer StandUp Comedia, dan didampingi oleh salah satu Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas yang juga merupakan Pembina Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Pena (UKPM Pena), Bapak Aulia Rahman, SKM, MKM. 

Selain itu, acara juga dipandu langsung oleh mahasiswa Universitas Andalas program studi Gizi, Dea Ayu Putri. Acara berlangsung dengan pembahasan mengenai literasi digital, peran, serta tips and trick agar anak muda mampu dalam menggunakan media sosial dengan baik dan terhindar dari sisi negatif media tersebut. Acara dipandu langsung oleh moderator dengan membuka forum diskusi dan mempersilahkan para narasumber untuk menanggapi pertanyaan peserta kegiatan.


Sesi Tanya-Jawab Peserta Do Something Indonesia bersama Narasumber


Dikutip dari perkataan Neneng ketika menanggapi langsung pertanyaan dari salah seorang peserta, “RT2P merupakan singkatan dari rasakan, tahan, pikirkan ulang, setelah itu Putuskan. RT2P ini adalah sebuah konsep agar seseorang dapat terhindar dari sisi negatif media sosial dengan merasakan ada tidaknya manfaat suatu hal tersebut bagi dirinya, tahan untuk diresapi dulu kebenaran hal tersebut, pikirkan kembali perlu tidaknya hal tersebut, dan putuskan apabila hal tersebut perlu untuk dibagikan kepada orang banyak atau tidak.”


Selain itu, Wahyooou, Influencer StandUp Comedian juga memberikan pendapatnya terhadap salah satu pertanyaan, bahwa komen kebencian atau istilah hate comment tidak perlu selalu ditanggapi. Dirinya sebagai influencer dapat langsung menghapus ataupun memblokir pengguna yang berkomentar demikian tanpa harus menanggapinya lebih lanjut.


“Bisa mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang,” ucap Bapak Aulia ketika sesi penutupan berlangsung. Beliau mengisyaratkan bahwa suatu hal harus dapat dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Setelahnya, mulai dari yang kecil. Kemudian dimulai dari sekarang. 


Tidak berhenti di sana, agenda selanjutnya, yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan Campaign Competition dengan membagi peserta ke dalam beberapa kelompok. Peserta dipandu oleh moderator dan panitia acara dalam melaksanakan diskusi bersama anggota kelompok masing-masing. Para peserta mulai merancang campaign dengan tiga batasan tema, yaitu Edukasi, Kesehatan Mental, dan Lingkungan. Kemudian, setiap kelompok menampilkan setiap rancangan campaign yang telah mereka buat dengan narasumber sebagai jurinya dan setiap hasil rancangan yang telah kelompok buat akan dipresentasikan.


Acara ditutup dengan penyampaian tiga kelompok pemenang Campaign Competition dan kelompok terfavorit juri. Setelah itu, acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh kelompok pemenang.


Mazaya Aurellia Ghaisani

UKPM Pena KM FKM Unand

Generasi Arunakara


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama