RASA 16

Tema: I’m Fearless

 

QUOTES

 

“Cerita hidup tidak hanya tentang tawa, akhir cerita juga tidak sesederhana yang terlihat, adakalahnya jatuh-sejatuhnya. Namun jangan biarkan jiwa terkalahkan”

-Nindi Octaviani-

 

CERPEN

Fearless

Karya : Dhea Amelia

Lua menyingkirkan buku-buku dari atas meja belajarnya hingga jatuh ke lantai. Dia menutup kedua telinganya dan sedikit mengerang.

Ia lelah. Ia lelah mendengar kedua orang tuanya kembali beradu mulut memecah konsenterasinya. Besok ia harus menghadapi ujian akhir sekolah, namun kebisingan ini membuat ia muak. Akhirnya, Lua mematikan lampu utama kamar, membaringkan tubuh di atas kasur empuknya, lalu menyalakan lampu tidur di atas nakas. Ia harus tidur sekarang.

"Kamu kenapa?" Raut wajah Lua yang murung membuat Danilla, teman sebangku Lua, melontarkan pertanyaan. Sebenarnya Lua enggan menjawab, tetapi entah mengapa mulutnya mengalirkan cerita kelamnya begitu saja. Setelah mendengar cerita Lua, Danilla hanya merespon dengan raut wajah simpati. "Yang sabar, ya, Lua." Basi. Orang lain hanya penasaran, bukan peduli.

Angin malam menghembus pelan rambut Lua. Gemerlap lampu-lampu di kota kelahiran Lua terlihat begitu saja dari atas atap gedung yang ia pijak.

Lampu-lampu itu terlihat indah. Namun, ini kesempatan terakhirnya untuk menikmati malam.

Lua merentangkan tangan sembari memejamkan mata. Ia menarik napas dalam-dalam. Terbesit kenangan-kenangan yang tidak ada indahnya sama sekali terjadi selama hidupnya.

Orangtua yang selalu beradu mulut. Teman-teman yang tidak peduli akan masalahnya.

Ia lelah. Ia lelah dengan semua itu. Tuhan, akhirnya aku akan bertemu denganMu.

Sesaat sebelum Lua memutuskan untuk menghempaskan diri ke tanah, tiba-tiba notifikasi pada ponsel yang ia simpan di kantong celana berbunyi.

Lua mengambil ponselnya melihat notifikasi dari aplikasi apa yang telah berbunyi. Sedikit berharap bahwa itu merupakan pesan dari kedua orang tuanya, mengatakan bahwa mereka mencari anak gadis mereka.

Namun sayangnya tidak, melainkan notifikasi dari sosial media milik idolanya. Lua suka bernyanyi, dan idolnya adalah role model baginya.

Seketika Lua menangis, menyadari bahwa jika ia jadi memutuskan untuk bunuh diri maka ia tidak bisa melihat lagi postingan sosial media idolanya. Ia tidak bisa melihat lagi jika idolanya merilis lagu baru. Ia tidak bisa melihat lagi konser idolanya seperti yang telah dia lakukan tahun lalu. Lua berjongkok, menempatkan wajah di antara kedua lutut, menggenggam erat ponselnya seakan itu harapan satu-satunya yang ia miliki. Mungkin ini bantuan yang diberikan Tuhan padanya. Kemudian Lua membuka aplikasi pesan, mengetikkan sesuatu yang ia kirimkan kepada kedua orang tuanya. Pah, Ma, selama seminggu Lua mau menginap di tempat nenek dulu karena sebentar lagi Lua ujian tapi nggak bisa fokus karena Papah sama Mama berantem terus. Kalau dalam seminggu Papah sama Mama belum menyelesaikan masalah antara kalian berdua, maka lebih baik Lua tinggal selamanya di tempat nenek.

 

PUISI

Tak Gentar Akan Tantangan

Karya : Siti Nurul Izza

Entah mengapa diriku merasakan

Perasaan yang belum pernah sebelumnya kurasakan

Perasaan yang megebu-gebu

Akan suatu hal yang pasti bisa  kulakukan dengan benar

Di saat semua orang takut akan hal tersebut

Aku merasa bahwa hal ini akan berlalu dengan indah

Ku lawan segala hal yang membuatku ragu

Ku kuatkan tekad dan memberanikan diri

Aku hanya ingin setiap yang telah dan akan kulakukan

Menjadi berarti bagiku dan sekitarku

Suatu tantangan yang baru dalam hidup

Yang membuatku ingin terus maju dengan tanpa rasa takut

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama