INFOGRAFIS

Penggunaan Tanda Baca

 

Pengertian Tanda Baca

Tanda baca adalah simbol yang tidak ada hubungannya dengan suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa. Tanda baca itu sendiri berperan menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat pembacaan.

 

Penggunaan Tanda Baca Titik (.)

Penanda Akhir Kalimat

Fungsi tanda titik yang paling umum dan paling banyak dipahami orang-orang ialah sebagai penanda pada akhir kalimat. Bukan kalimat seruan atau kalimat tanya. Kamu biasa memahaminya sebagai kalimat berita.

Contoh: Ayah baru saja berangkat ke Yogyakarta.

 

Pemisah Angka pada Penanda Waktu (Jam, Menit, dan Detik)

Jarang diketahui, tanda titik juga dapat digunakan sebagai pemisah angka jam, menit, dan detik. Hal ini disebabkan tanda tersebut sering digantikan oleh titik dua (:)

Contoh: Pukul 06.05 (Pukul 6 lewat 5 menit)

 

Peran dalam Penulisan Referensi

Dalam penulisan daftar pustaka, tanda titik digunakan setelah nama penulis, judul tulisan yang tidak mengandung tanda seru atau tanda tanya, dan tempat terbit.

Contoh: Agung, Muhammad. 2007. Media Belajar yang Asyik. Solo: Ragam Cendekia

 

Tidak Digunakan pada Akhir Judul

Kamu tidak boleh menggunakan tanda titik pada akhir judul karangan/artikel yang merupakan kepala karangan. Selain itu pada bagian kepala tabel, grafik, dan ilustrasi juga tidak boleh diakhiri dengan tanda titik.

Contoh: Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas

 

Penggunaan Tanda Baca Koma (,)

Diletakkan di Tengah Kalimat

Tanda ini sangat sering digunakan pada tengah-tengah kalimat. Nah, tanda koma biasanya dipakai dalam suatu perincian atau pun penyebutan bilangan. Untuk penempatannya ada di belakang kata yang mengikutinya.

Contoh: Ibu berbelanja keperluan memasak seperti garam, gula, kecap, dan minyak goreng.

 

Perbandingan Kalimat

Tanda koma berperan dalam membentuk sebuah kalimat perbandingan. Tanda ini dipakai memisahkan kalimat yang setara yang didahului kata yang menunjukkan perbandingan seperti tetapi, namun, atau melainkan.

Contoh: Wahana wisata itu sungguh menyenangkan, namun cukup berbahaya bagi anak-anak.

 

Memisahkan Anak Kalimat dengan Induk Kalimat

Tanda koma juga dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya. Dengan catatan, jika anak kalimatnya mendahului induk kalimat.

Contoh: Jika tempatnya terlalu sempit, kita tidak akan gunakan tempat itu.

 

Pemisah Partikel

Tanda koma dipakai untuk memisahkan partikel dengan inti kalimat. Partikel ini bukan seperti partikel di materi IPA, ya. Partikel dalam  bahasa Indonesia seperti oh, ya, hmm, wah, aduh, dan bentuk lainnya.

Contoh: Wah, ternyata pemandangan di sini tak kalah indahnya!

 

Penggunaan Tanda Baca Seru (!) 

Kalimat Perintah

Kalau kamu memerintahkan atau menyeru kepada seseorang, maka berlaku penggunaan tanda seru di sini jika ucapanmu dituliskan. Tanda seru ini dipakai baik perintah yang sifatnya keras maupun tidak.

Contoh:Tolong matikan lampu di ruang itu!

 

Menunjukkan Ekspresi Terkejut/Kaget

Ketika kamu merasa kaget, terkejut, atau rasa emosi yang kuat, maka wajib menggunakan tanda seru dalam penulisan kalimatnya.

Contoh:Astaga! Apakah aku lupa mengirimkan kabar ke kamu?

 

Penggunaan Tanda Baca Tanya (?) 

Menanyakan Sesuatu

Namanya aja tanda tanya, sudah pasti fungsi yang pertama bertujuan untuk kalimat yang menanyakan sesuatu.

Contoh: Kapan Gulman pergi ke Bandung?

 

Digunakan dalam Tanda Kurung

Tanda tanya bisa diletakkan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian dari sebuah kalimat yang masih kurang dapat dibuktikan keabsahannya.

Contoh: Total dana yang dikorupsi sekitar 500 juta rupiah (?)

 

Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;)

Memisahkan Bagian Kalimat

Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Contoh: Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai.

 

Memisahkan Kalimat Setara

Tanda ini bisa dipakai sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat yang masih setara dalam kalimat majemuk.

Contoh: Ibu memasak di dapur; Nanda menonton TV di ruang tamu.

 

Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (:) 

Akhir Pernyataan Lengkap

Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang lengkap. Tapi, hal ini hanya berlaku jika masih dalam rangkaian yang sama ya.

Contoh: Kita persiapkan perlengkapan berkemah: tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.

 

Sesudah Kata atau Ungkapan

Tanda titik dua ini bisa digunakan sesudah kata/ungkapan juga, lho.

Contoh: Ketua: Dwi Hatmojo Kresnoadi

 

Penggunaan Tanda Baca Hubung (-)

Menyambung Huruf Kata dan Penulisan Tanggal

Tanda hubung dipakai untuk menyambung huruf dari kata yang dieja satu per satu dan digunakan juga pada penulisan tanggal.

Contoh:

R-u-a-n-g-g-u-r-u

19-08-1998

 

Menyambung Suku

Tanda hubung berfungsi untuk menyambung suku dari kata dasar dan imbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.

Contoh:

- Ririn membeli baju lengan pan-

jang di Pasar Tanah Abang.

 

Memperjelas Hubungan

Tanda hubung dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata/ungkapan serta penghilangan bagian kelompok kata.

Contoh:

- ber-evolusi

Coba kamu bandingakan dengan ini:

- ber-revolusi

 

 

Sumber : https://www.ruangguru.com/blog/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya

 

 

Anisa

UKPM Pena BEM KM FKM UNAND

Generasi Aksatawani

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama