INFOGRAFIS

 

AKSARA TRADISIONAL INDONESIA

Aksara tradisonal Indonesia atau juga disebut dengan aksaran nusantara merupakan salah satu bagian dari aksara atau tulisan yang lazim digunakan di Indonesia, secara khusus dapat menggambarkan bahasa daerah tertentu. Keberadaan aksaran nusantara ini telah ditemukan pada beberapa penemuan seperti pada yupa pada zaman kerajaan Kutai dan ditemukan di daerah Kalimantan Timur.

Indonesia sendiri memiliki keberagaman yang sangat bervariasi sehingga tak heran apabila keberadaan aksara tradisional ini juga sagat bervariasi. Dimana setiap jenis aksara tradisional memiliki keunikan dan ciri khas masing-masingnya. Berikut 5 aksara tradisional Indonesia atau aksaran nsantara yang masih bisa ditemui pada zaman ini.

1.     Aksara Jawa

Tulisan Jawa dan juga Bali merupakan hasil perkembangan modern dari aksara Kawi yaitu salah satu aksara Brahmi yang pernah berkembang di daerah Jawa. Aksara Jawa atau disebut juga dengan nama Hanacaraka atau Carakan adalah jenis aksara yang digunakan dalam penulisan bahasa daerah Sunda dan juga Sasak. Aksara ini memiliki kekerabatan yang erat dengan aksara Bali. Dimana Carakan umumnya digunakan dalam kepenulisan lingkungan keratin kerajaan, seperti Surakarta dan juga Yogyakarta.

2.     Aksara Bali

Aksara Bali merupakan salah satu jenis aksara tradisional Indonesia yang berkembang di daerah Bali. Aksara ini umumnya digunakan dalam kepenulisan bahasa Bali dan juga Sanskerta. Aksara ini mempunyai 47 huruf dan digunakan juga dalam kepenulisan bahasa Sasak di daerah Lombok dengan sedikit dilakukannya perubahan. Aksara ini dilestarikan dengan cara tetap diajarkan kepada siswa Bali di sekolah hingga saat ini.

3.     Aksara Batak

Aksara Batak juga disebut dengan nama Surat Batak yang merupakan jenis aksara yang digunakan dalam kepenulisan bahasa-bahasa Batak seperti bahasa Angkola-Mandailing, bahasa Karo, bahasa Pakpak-Dairi dan juga bahasa Toba. Aksara ini akan memiliki varian bentuk yang beragam dan akan dipengaruhi oleh bahasa dan wilayahnya. Aksara ini bersifat wajib untuk diketahui oleh datu atau orang yang dihormati dalam masyarakat Batak karena menguasai ilmu sihir, ramal dan juga penanggalan.

4.     Aksara Lampung

Aksara ini memiliki kaitan yang erat dengan askara Pallawa yang berasal dari India Selatan. Aksara ini memiliki tulisan yang fonetik bersuku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam abjad Arab dengan menggunakan tanda fathah pada baris atas dan juga tanda kasrah pada baris bawah namun tidak menggunakan tanda dammah pada baris depannya melainkan menggunakan tanda di belakangnya dan masing-masing tanda akan memiliki nama tersendiri.

5.     Aksara Lontara

Aksara Lontara merupakan aksara tradisonal pada masyarakat Bugis-Makassar. Menurut budayawan Professor Mattulada, bentuk aksara ini berasal dari “sullapa eppa wala suji”. Wala suji merupakan sejenis pagar bambu yang digunakan dalam acara ritual dan memiliki bentuk seperti belah ketupat. Sedangkan sullapa eppa (empat sisi) merupakan bentuk mistis dalam kepercayaan masyarakat Bugis-Makassar klasik yang menggambarkan susunan dalam semesta yaitu api-air-angin-tanah. Aksara Lontara umumnya digunakan dalam penulisan tata aturan pemerintahan dan juga kemastarakatan. Dan biasanya naskah akan dituliskan pada daun lontar menggunakan lidi atau kalam yang terbuat dari ijuk yang kasar.

 

Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/01/22/ragam-aksara-nusantara

 

Alfarel Huzri

UKPM Pena BEM KM FKM Unand

Generasi Aksatawami

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama