MADING 04

 TEMA : KONFLIK 

A.    POJOK QUOTES

“Tidak perlu menjelaskan kebenaran kepada orang yang membenci kita karena bagaimanapun dia tidak akan pernah mengerti, ingat bahwa diam bukan tentang siapa yang menang dan kalah, tapi perihal siapa yang lebih mengerti.”

 

Audia Ananda dan Nada Rudiaputri

 

A.    POJOK SASTRA

Konflik Batin

Oleh: Miftahul Jannatul Husna

Malam gemerlap dingin menusuk hati

Tak terasa hari berat terus berlalu

Jika boleh berkata……

Akan kusampaikan tanpa menderita

Angin malam seakan menggantikan perannya

Tanpa seizin malam yang yang terus berlarut

Sunyi dalam keramaian tak pernah damai

Ingin berkata namun seolah-olah bungkam

Bintang-bintang hiasi malam tanpa rembulan

Hingga tak sadar diri ini ialah korban….


A.    POJOK INFO

Dinamika Konflik Dalam Era Globalisasi

Disadari  atau  tidak, para teoritisi  dan  praktisi    dalam  beragam  bidang  keilmuan sangat  akrab  dengan  istilah  ”globalisasi”. Pemahaman  globalisasi  dalam  kehidupan politik  adalah menurunya  dominasi  negara  ditengah  semakin  maraknya  peran  aktif aktor-aktor non  negara (Keagley  et  al.,  2009). Dalam  kehidupan  ekonomi globalisasi diwarnai  dengan  semakin  tidak  adanya  batasan  nasional  mengenai  investasi,  industri, aktivitas  individu  serta  diikuti  dengan    semakin  pesatnya  perkembangan  teknologi informasi (Omae, 1995).

Meskipun sedikit terlambat dibanding dengan disiplin ilmulainnya seperti Ilmu Ekonomi  dan  Ilmu  Politik,  para  ilmuwan  perdamaian  dan  resolusi  konflik  juga  mulai mempertanyakan  apa makna  dari  globalisasi  bagi  mereka.  Banyak  pandangan  bahwa globalisasi  terlepas  dari  segala  kelebihannya  adalah  menjadi  sumber  atau  memberikontribusi  terhadap bermunculannya  konflik (Tidwell  et  al.,  1998).  Bahkan  dalam beberapa  kasus  dibuktikan  bahwa  globalisasi  mempercepat  radiasi  kekuatan  Barat terhadap  ketidakstabilan  pada  ekonomi  dan  politik baik  global  maupun lokalsepertiyang bisa disaksikan di Iran, Indonesia dan Sierra Leone.

Globalisasi akan  mempengaruhi  ekspresi  dari  konflik  dalam  beragam  bentuk seperti    mengganggu   tatanan    lokal,    menimbulkan   sumber   baru    yang   akhirnya menimbulkan  konflik,  bahkan  mengancam  simbol  dan  nilai  sakral  yang  sudah  dianut dalam suatu komunitas. Mark Duffield (1999) mensinyalir bahwa kekerasan dan konflik yang  terjadi  dalam  negara-negara  seperti  di  Angola,  Sierra  Leon  dan  Congo  tidaklah semata-mata  sebagai  akibat  dari  berkembangnya  rasa  ketidakpuasan  akan  tetapi  lebih disebabkan  oleh  ketidakteraturan  (durable  disorder)  dimana  rasa  tidak  aman  dan keterbelakangan  menjadi  tidak  terpisahkan  sebagai  akibat  langsung  dari  globalisasi. Adanya  ketergantungan  ekonomi  global  akan  sumber  alam  seperti  berlian  dan  minyak bumi yang  dipasok  dari  wilayah  konflik  dan  dinikmati  oleh  kalangan  berduit  dinegara maju  misalnya,  hanya akan semakin memperparah kondisi di  wilayah konflik dan  baru bisa  mendapatkan  jalan  penyelesaian  bila  disertai  perubahan  struktur  global (Duffield, 1999).

Sumber : http://global.ir.fisip.ui.ac.id/index.php/global/article/view/301/219  

Afifah Salsabila

A.    POJOK TIPS

Tips menyelesaikan konflik dalam organisasi

1.     Pikirkan Hubungan Baik yang Harus Dijaga

sebuah organisasi tentunya akan terjalin hubungan yang baik. Namun hubungan itu dapat rusak saat adanya konflik, dimulai dengan pikiran buruk tentang konflik tersebut. Sebelum perasaan buruk itu muncul, sebaiknya pikirkan hubungan baik yang harus dijaga. Jangan sampai hanya karena sebuah konflik yang masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, malah merusak hubungan.

2.     Cari Sumber Konflik

Dalam menghadapi konflik, kita harus mengetahui sumber konflik tersebut. Sumber konflik tersebut bisa saja muncul dari seseorang. Namun kita tidak boleh menyalahkan atau saling menuduh. Dengan mengetahui sumber konflik, penyelesaian akan mudah dicapai.

3.     Jangan Menyalahkan Orang Lain

Dengan menyalahkan orang lain akan membuat konflik semakin memanas. Jadikanlah konflik tersebut sebagai ajang pembelajaran dalam berorganisasi.

4.     Sering Mendengar, Sedikit Berbicara

Tidak dapat dipungkiri, saat membicarakan konflik tentunya banyak pihak yang ingin berpendapat, namun malas untuk mendengar. Untuk itu perlu adanya diskusi yang baik agar semua orang merasa dihargai dan tidak memunculkan konflik lainnya.

5.     Selesaikan Secara Bersama

Setelah memahami konflik yang sedang terjadi, semua pihak harus terlibat dalam penyelesaiannya. Selesaikan konflik tersebut secara Bersama agar semua pihak merasa adil.

Sumber

https://cohive.space/blogs/cara-mengatasi-konflik-dalam-organisasi/

Mirqi Rahmiani Yasra dan Vivi Nurul Faiza

 POJOK HUMOR

 

ANAK SD

Suatu ketika, sejumlah murid salah satu kelas di SD sedang menjalani pelajaran agama. Dengan penuh semangat, seorang guru bernama Udin sedang memberikan pelajaran yang membahas mengenai surga. Usai memberikan penjelasan mengenai surga, sang guru lantas memberikan pertanyaan kepada seluruh muridnya. Berikut percakapannya:

 

"anak-anak, siapa yang mau masuk surga?" tanya Udin.

 

"Saya pak, saya," teriak seluruh murid.

 

Dari seluruh anak yang mengajukan diri, rupanya ada satu murid bernama Ucok tidak ikut berteriak. Hal itu membuat sang guru kembali bertanya.

 

"Yang mau masuk surga tunjukkan tangannya," tanya Udin lagi.

 

"Sayaa," teriak para murid berlomba-lomba mengangkat tangannya.

 

Lagi-lagi, Ucok tetap diam tak bergeming. Demi memacu semangat muridnya, dia pun kembali bertanya.

 

"Yang mau masuk surga ayo berdiri."

 

Mendengar itu, seluruh murid berdiri, kecuali Ucok yang tetap diam dan malah disibukkan dengan bukunya sendiri.

 

Merasa ada murid yang tak bersemangat, Udin pun menghampiri Ucok dan bertanya, "Cok, kamu mau masuk surga enggak?"

 

"Mau dong pak!" jawab Ucok.

 

"Terus kenapa kamu enggak berdiri?" lanjur Udin penasaran.

 

"Lha, memangnya mau berangkat sekarang pak?"

 

Anilsi Ansari dan Azizah Chairunnisa


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama