MADING 29

 

TEMA: GENERASI BANGSA

·      POJOK QUOTES

Jika tidak ingin diejek oleh orang lain, maka berusahalah untuk menjadi lebih baik agar menjadi cerminan bangsa.

Vivi Nurul Faiza

 

 Seperti kata Soekarno, 10 pemuda bisa mengguncangkan dunia. Jadilah salah satunya, agar kau menjadi generasi bangsa yang bersahaja.

Salshabila Nadya

 

·      POJOK INFO

 Nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa

Nilai dalam pendidikan karakter generasi bangsa

a.    Nilai religius

Mengembangkan sikap patuh terhadap agama yang dianut dan toleran terhadap agama lain.

b.    Kejujuran

Upaya untuk dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

c.    Toleransi

Menghargai perbedaan  agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain   yang berbeda dari dirinya.

d.   Disiplin

Perilaku patuh terhadap ketentuan dan peraturan.

e.    Kerja keras

Memiliki kemauan dan kemampuan untuk mencapai target.

f.     Kreatif

Menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

g.    Mandiri

Tidak bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan urusan.

h.    Demokratis

Berpikir, bersikap, dan bertindak menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain

i.      Rasa ingin tahu

Berupaya untuk mengetahui lebih dalam dan luas dari sesuatu.

j.      Semangat kebangsaan dan cinta tanah air

Menempatkan kepentingan  bangsa  dan  negara  di  atas kepentingan diri dan kelompoknya.

k.    Menghargai prestasi

Menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

l.      Bersahabat atau komukatif

Berinteraksi dengan orang lain dengan tetap menghargai.

m.  Peduli terhadap lingkungan

Mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

n.    Peduli sosial

Memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

o.    Tanggung jawab

Melaksanan tugas dan kewajibannya terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber :

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/harmoni/article/view/27196/16294

Angela Fortuna Sekarini

 

·      POJOK TIPS

 Generasi Muda untuk Masa Depan Lebih Baik

Di era kemerdekaan Indonesia, generasi muda memegang peranan penting dalam terlaksananya proklamasi. Sama-sama kita ketahui melalui sejarah bahwa golongan muda pada masa itu berjuang demi mendapatkan kemerdekaan. Pada masa sekarang ini, walaupun kita telah terlepas dari belenggu penjajan, tetapi Indonesia masih memerlukan generasi muda untuk menjamin dan menegakkan bangsa Indonesia di masa depan. Kita para generasi muda sekarang ini bukan lagi berjuang melawan penjajahan dengan senjata, tetapi kita akan mempersiapkan diri bersaing dengan seluruh negara dengan teknologi, pendidikan ,ekonomi, dan sektor-sektor lainnya. Hal ini tentu saja kita lakukan untuk membanggakan nama Indonesia di mata dunia dan membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing secara global. Apakah kita siap melakukannya? Untuk membangun bangsa yang lebih baik dimasa depan tentunya kita harus mempersiapkannya dari sekarang. Ada beberapa tips nih, untuk generasi muda menyiapkan diri sebagai penerus bangsa:

1.    Gali semua potensi yang kamu miliki, karena kamu dapat membanggun bangsa dari sektor apapun sesuai keahlianmu.

2.    Jangan gampang menyerah, menjadi penerus bangsa tentunya akan menghadapi banyak tantangan. Oleh karena itu generasi muda harus menguatkan tekad agar tidak mudah menyerah.

3.    Menjadi pribadi yang berpikir kritis, dalam membangun bangsa tentu akan menghadapi masalah-masalah yang harus dipecahkan. Generasi muda saat ini sangat dituntut untuk dapat berpikir kritis.

4.    Jangan takut mencoba, karena semua hal yang kamu lakukan nantinya akan menjadi pengalaman kamu di masa depan. Jika gagal maka akan menjadi pelajaran dan jika berhasil maka akan menjadi batu loncatan bagi kamu untuk masa depan yang sukses.

5.    Manfaatkan waktumu sebaik mungkin dengan melakukan hal yang bermanfaatkan.

6.    Perbanyak pengalaman dengan berorganisasi.

Itulah beberapa tips untuk generasi muda mengarungi masa depan. Yang paling penting siapkan mental dan bulatkan tekad untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

 

Sumber:

-

Reviona Destine

 

·      POJOK SASTRA

 Hampir Padam

Harum mewangi tiap langkah kakimu

Begitu umpama yang diangankan tetua terdahulu

Bahwa segala harapan dalam negerimu

Kini menjadi kuasa penuh dalam tiap citamu

 

Menjunjung tinggi segala norma dan bahasa

Prestasi memenuhi langit bangsa

Terjatuh namun tetap bangkit dari asa

Begitu kiranya harapan untuk generasi bangsa

 

Lalu apakah yang sudah kita lakukan hari ini?

Sudahkah kita pergi melihat apa yang terjadi di dalam negeri?

Langkah-langkah pemuda-pemudi yang harusnya berani

Unjuk gigi pantang sembunyi

Apakah sudah begitu sampai disini?

 

Wahai kawan setanah air

Rasakan gemuruh es dalam dada yang enggan mencair

Bukankah semangat itu menggebu bagai disambar petir

Utarakan dan gemparkan hingga ke negeri mesir

Perjuangan kita belum boleh gugur meski tak berhenti di bombardir

Yolla Dwi Fitri

Pejuang Ilmu

Dialah Pejuang Ilmu bangsa ini

Mendidik dan membina kami tekun selalu

Jangan sandingkan ia dengan Para Penipu

Yang saat sidang bermandikan halusinasi

 

Dia berbagi tanpa pamrih dan lelah

Menyantap lelah menelan letih

Walau mentari semakin tinggi menjulang

Semangatnya tak pernah mati terpadamkan

 

Dia mungkin tak sehebat Ilmuwan

Tak semakmur Anggota Dewan

Tak setangguh Polwan

Namun tanpanya, mereka hanyalah angan

 

Wajahnya yang mulai sayu

Tubuhnya yang perlahan membungkuk lesu

Jemarinya yang mulai kehilangan kuku

Tenaganya yang tak lagi seperti dulu

Dimakan usia yang merayap jauh

Namun ia tak pernah mengeluh

 

Dia berjuang di balik panggung

Menebar Ilmu bukan untuk disanjung

Perjuangannya bukan untuk diseru

Tapi dilaksanakannya dengan patuh

 

Dialah Guru,

Sosok Pejuang Ilmu bertekad teguh

Tanpa ia kami hanyalah debu

Yang terkenang di hati selalu

Di bangku sekolah yang tak berkayu

Arthala Citra Paramitha

 

·      POJOK HUMOR

Murid         : “Pak, kenapa lambang negara kita Burung Garuda?”

Guru           : “Karena sesuai dengan hari kemerdekaan kita 17 Agustus 1945, 17 adalah jumlah bulu di sayap, bulan 8 adalah jumlah bulu di ekor, dan 45 adalah jumlah bulu yang berada di leher”

Murid         : “Lalu mengapa negara kita merdeka tanggal 17 Agustus bukan tanggal 2 Januari misalnya?”

Guru           : “Ehhmmm, kalau kita merdeka tanggal 2 Januari maka lambang negara kita bukan lagi burung Garuda melainkan capung, dengan dua sayap dan satu ekor…”

 

Sumber :

https://www.ayoketawa.com/2018/08/kumpulan-humor-pendek-hari-kemerdekaan-17-agustus.html

Radhyana Putri Vhastia Rusli

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama