RASA 14 FKM

 

 

Korupsi Merajalela, Kemanakah KPK?

Oleh : Shinta Bella

 

Indonesia dalam pusaran wabah pandemi yang semakin menjadi dari hari ke hari

Berharap ditemukan solusi yang dapat mengantisipasi semua dampak yang terjadi

Dengan harapan adanya kebijaksanaan dari para pemimpin negeri.

Tapi lihatlah apa yang mereka lakukan saat ini

 

Bukankah ke sana kemari mencari wadah sebagai mangsa untuk melakukan korupsi?

Terdengar begitu ironi sekali,

Di saat rakyat dilanda berita duka yang bertubi-tubi

Bukannya mencarikan solusi,

malah mengambil kesempatan untuk mendapatkan keuntungan berkali-kali

Bukan hanya sebatas opini, namun benar-benar fakta yang terjadi

Bukan bermaksud mencari-cari kesalahan, akan tetapi adalah kenyataan yang terbukti secara

terang-terangan.

 

Sepertinya korupsi sudah menjadi tradisi disetiap pergantian kursi dalam negeri ini.

Bukan tanpa alasan, karena para pejabat negara yang haus akan materi

Hingga lupa akan baktinya pada negeri

Dengan banyaknya kasus yang telah terjadi, bagaimana usaha yang telah dilakukan KPK

untuk mengatasi persoalan korupsi?

Saat tindakan korupsi terjadi deras-derasnya, lantas kemanakah KPK?

 

 

Pemakan Uang Rakyat

Oleh :Lis Natahdiya Laulaa

 

Hidup bergelimang harta, membuat ia lupa akan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Bahkan ia menggunakan harta yang bukan miliknya untuk berfoya-foya, menghabiskan waktu dengan berjemur di pantai Hawai hingga rebahan di hotel mewah. Ia merasa tak bersalah jika tertangkap, karena lembaran merah bahkan dolar mampu membungkan hukum negara. Hukuman yang didapat tak membuat jera. Jerusi besi yang di tinggali dilengkapi dengan fasilitas bintang lima.

Wahai engkau, Sang Pemakan Uang Rakyat, ada apa dengan hatimu?

Sudah matikah? Atau memang tidak ada rasa kepedulian lagi?!

 

Jalan-jalan ke Surabaya

Jangan lupa membeli cenderamata

Wahai generasi muda bangsa

Jauhi korupsi karena itu berbahaya

 

Beli bakso di taman ria

Saus dan kecap taruh sendiri

Bergunalah bagi bangsa dan negara

Jangan jadi maling di negeri sendiri

-Salshabila Nadya-

 

 

Luluh lantah negeri ini, yang sakit belum terobati, lucunya luka baru kembali dibuat lagi. Bukannya mengobati, bukannya memperbaiki, tetapi memunculkan masalah yang bertubi-tubi. Apa lagi yang ingin dikorupsi? Apalagi yang ingin Tuan dan Puan habisi? 

 

Tulisan dan propaganda terlalu banyak membacoti. Aksi dan pergerakan yang diluncurkan seolah-olah tidak membawa perubahan sama sekali. Sekarang coba ditanya kembali, bukankah hak bersuara dan berunjuk rasa adalah bagian dari demokrasi yang dilindungi oleh konstitusi? 

-Nola Vita Sari-

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama