RAPI 05

 

Sistem Daring untuk Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19 Menyebabkan Defisit Informasi ?

 

Tak terasa, sudah lebih dari setahun makhluk kecil tidak kasat mata yang bernama Covid-19 ini berkeliaran di Indonesia. Bahkan di negara kita, virus Covid-19 telah menginfeksi lebih dari satu juta jiwa dalam kurun waktu tersebut. Selain menyebabkan korban jiwa, pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai bidang di dunia, termasuk sistem pendidikan di Indonesia. Dari pembelajaran tatap muka, kini sistem pendidikan di Indonesia dan di dunia berubah menjadi online atau disebut juga dengan sistem belajar dalam jaringan (daring). Lalu, apakah sistem belajar daring ini menyebabkan defisit informasi, khususnya bagi mahasiswa atau malah sebaliknya?

Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu itu pasti memiliki sisi positif dan negatifnya. Di mana sisi positif dari sistem daring ini bagi sebagian mahasiswa ialah waktu dan tempat pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja sesuai kesepakatan bersama dan materi dari dosen dapat diakses di manapun dan kapan pun, sehingga mahasiswa dapat mengulang kembali materi dari dosen tersebut dengan mudah. Selain itu, dengan adanya berbagai aplikasi atau media online dapat berguna untuk menunjang keberlangsungan belajar serta mendukung dosen dan mahasiswa untuk dapat lebih menguasai teknologi informasi dan komunikasi di tengah era globalisasi saat ini. 

Kemudian, di samping sisi positif tersebut, pada sisi negatifnya, yaitu secara realita bagi sebagian besar mahasiswa, hal itu tidak didapatkan dan sangat berbanding terbalik dengan kondisi di atas. Hal ini dikarenakan alat penghubung antara mahasiswa dengan dosen adalah jaringan internet. Seolah-olah jika tidak ada internet tidak dapat belajar. Di Indonesia, masih terjadi beberapa kesenjangan yang berpengaruh terhadap pembelajaran dengan sistem daring ini, seperti tidak meratanya ketersediaan fasilitas jaringan internet yang memadai di setiap daerah atau belum adanya fasilitas pembelajaran daring dari tempat kuliah. Sehingga menyulitkan mahasiswa dalam memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan dari dosennya. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu penyebab defisit informasi bagi mahasiswa (khususnya di Indonesia) di tengah pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, sisi negatif dari sistem daring ini yang juga menyebabkan mahasiswa kurang mendapatkan informasi ialah banyaknya mahasiswa mengalami kurangnya konsentrasi belajar karena faktor dari lingkungan belajarnya, seperti di dalam kamar rumahnya, yang menciptakan kondisi nyaman dan cenderung membuat mahasiswa lebih memilih untuk bersantai atau tidur. Kondisi lainnya adalah kurang kondusifnya keadaan rumah yang membuat mahasiswa tidak fokus belajar. Sehingga, bagi sebagian mahasiswa, tidak banyak informasi serta ilmu yang masuk ke dalam ingatannya saat pandemi  Covid-19 ini.

Pembelajaran dengan sistem daring ini juga masih membingungkan sebagian besar mahasiswa karena tidak seluruh dosen bisa menjelaskan pelajaran dan mahasiswa hanya mendapat bahan ajar tanpa mengerti maksud dari bahan tersebut. Sehingga, menyebabkan mahasiswa menjadi pasif, kurang kreatif dan produktif. Apalagi untuk jurusan yang mengharuskan adanya praktek secara langsung di lapangan, tentu bahan ajar kurang bermanfaat dan tidak menumbuhkan keterampilan bagi mahasiswa tersebut. Sistem daring ini juga dapat menyebabkan mahasiswa mengalami stress karena salah satu faktor penyebabnya ialah saat belajar daring, mahasiswa cenderung mendapatkan banyak tugas, meskipun tidak menghasilkan manfaat karena mereka kurang atau tidak memahami materinya dengan baik.

Dari yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem dalam jaringan (daring) untuk proses pembelajaran bagi mahasiswa selama pandemi Covid-19 ini kurang efektif karena secara realita sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi di mana disebabkan oleh alasan yang telah dipaparkan di atas. Defisit informasi yang diperoleh mahasiswa, dapat disebabkan oleh baik dari dalam diri mahasiswa itu sendiri maupun dari luar diri mahasiswa tersebut.

Dari paparan di atas, juga dapat menjadi bahan pertimbangan, penilaian, serta perbaikan bagi seluruh pihak terkait agar sistem pendidikan di Indonesia dapat diupayakan dengan lebih baik. Meskipun pembelajaran masih harus dilakukan secara dalam jaringan (daring), diharapkan seluruh pihak sama-sama memaksimalkan usaha agar dampak negatif dari sistem daring ini dapat dikurangi atau dapat tertangani dengan baik dan semoga pembelajaran daring dapat diupayakan diterima dengan baik oleh mahasiswa tanpa mengurangi esensi pendidikan itu sendiri.

 

Sumber :

https://kumparan.com/naura-afifa/pengaruh-sistem-pembelajaran-online-bagi-mahasiswa-1v0v97oVdmq/full

 

Noviana Sinta Dewi. S

UKPM Pena BEM KM FKM Unand

Generasi Aksara

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama