RASA 12


Berujung Kisah

Karya : Noura Rizki

 

Kisah hati gadis kecil

Meringkis tangis nan tajam

Rintik rindu terus bercucuran

Gemuruh suara hati pun semakin terguncang

 

Kini, uraian kisah nan dahulu tak lagi terukir

Bagaikan kertas bertuliskan pensil

Tawa yang menghadiri tersisa tangis tak bersuara

Hancur hati tak lagi terbingkai

 

Gadis Kecil itu lahir dari sebuah cinta

Cinta harapan nan penuh kasih

Namun kini, cinta itu bagaikan embun yang telah menguap

Tak lagi tampak ujung kisahnya

_________________________

 

Quote Asmaraloka

 

Bagiku, dia adalah seseorang yang tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir hanya sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sempat mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus langit atau awan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung.

 

-Sherin Yudinata

___________________

 

Quote

 

“Menjadi berbeda ditengah standar persamaan yang sedang

diciptakan semesta adalah hal yang luar biasa”

 

-Nada Tri Hazka Syahirah-

________________________

 

 

Sajak di Penghujung Cinta

Karya : Reza Annisa

Dunia fana yang penuh makna

Setetes embun yang menyelimuti daun

Suara ranting yang kian nyaring

Membasuh pilu membawa sendu

Berangkai cerita yang terjalin

Menyambung makna kian berarti

Segala perih terbaluti rintih

Segala luka terbebani rindu

 

Andai …

Di Oktober ini

Beragam damai yang menghampiri

Namun hanyalah …

Debu yang mewarnai kalbu

Mengukir jejak diatas tapak

Mengingat kenangan yang sudah tergenang

Memohon pada pencipta

 

Kelak…

Dipenghujung cerita

Membawa benih untuk kisah

Yang merubah tenang kian hidup

Damai yang tercipta untuk merentang cerita

Memulai kisah

Di titik awal November

Berpamit pulang pada penghujung Oktober

________________________________

 

 

“Pertama, jaga kedamaian dalam diri Anda, lalu Anda juga bisa membawa kedaamaian bagi orang lain”

 

“Kita dilahirkan didunia untuk saling mengasihi, bukan untuk saling mencaci maki”

_________________________

 

 

Titik Temu dua Raga

Karya : Kartinda Aprilya

 

Kita memang terlihat satu dan bersama

Namun, tak semua yang terlihat bersama

Memandang arah yang sama

Ketika aku memandang putih

Bisa saja kau memandangnya hitam

 

Kita memilih untuk bergelut dipemikiran masing-masing

Kau dengan logikamu dalam melihatnya

Dan aku dengan intuisiku menjelajahinya

Namun satu yang kita yakini

Kita memiliki jalan yang berbeda

Namun tujuan kita tetap sama

Kita adalah ‘kita’ hingga nantinya bertemu

Di ‘titik’ itu

________________

 

Cinta Kasih

Karya : Muthya Divani Sukardi

C.I.N.T.A

5 huruf yang mempunyai banyak rasa

C.I.N.T.A

5 huruf yang mempunyai banyak makna

Bahagia, tangis, tawa tentu dirasa

Namun, duka dan air mata juga menjadi kesatuannya

C.I.N.T.A

Seperti hidup yang tidak bisa ditebak

Ada yang datang dan ada yang pergi

Bahkan pergi tanpa permisi

Namun setiap kedatangannya meninggalkan sesuatu

Yang disebut dengan kenangan…

 

C.I.N.T.A

Yang membuat logikanya sendiri

Mencari pembenaran dari perasaan sayangnya kepada seseorang

Tidak dipungkiri bisa membuat buta

C.I.N.T.A

Satu hal yang paling berbahaya

Ketika kita meminta suatu kejelasan

Dia memulai memainkan hati

C.I.N.T.A

Anugerah terindah yang pernah dirasakan dalam hidup

Kebahagiaannya membuat hati jadi berbunga-bunga

Sehingga ada istilah hidup tanpa cinta

Bagai taman tak berbunga

____________________

 

Malam Temaram

Karya : Arni Melati

 

Aku padamu malam

Malamku berkisahkan temaram

Dikau lentera yang terusik diam

Diantara kunang-kunang sembari bercengkrama

Bagaimana kelam tiba bersemayam?

Lalu termangu akan dendam

Kau tak paham, mungkin saja aku yang padam

Padam tanpa harus meredam

 

Kita pernah berjalan diantara rentetan waktu diatas pengharapan

Dicelah keretakan kenangan membuat semuanya halu akan pengharapan

Disela dinding bisu

Tersimpan apik muram ekspresimu yang selalu engkau tutupi

Seakan semuanya engkau rasa baik-baik saja

Para pujangga pun ikut rentan dalam kisah dramatikal ini

Sehingga mereka memilih untuk mundur

Walau masih belum seutuhnya pergi

 

Ada bayangan semu bertajuk keindahan

Akan tetapi menyiapkan sebuah kepedihan

Lalu kenangan diakhir penghujung bulan april

Mengingatkan bahwa bunga itu sudah lama mati

___________________

 

Sajak

 

Kau bilang

Mataku berbinar indah

Kau pandang lekat-lekat

Ada rindu yang

Ku tulis dalam hati

Dahayu savana bukit barisan

Teringat aksara kala itu

Benar rindu kadang tak tentu

Ku rindu, elegi senjamu

Berharap berujung temu

 

Padamu yang hadir di ruang kalbuku

Padamu yang ada dalam lentera jiwaku

Bagaimana bisa ku jejali rasa tanpa harsa?

Menggerus lara melingkup tawa

Kau datang tanpa aba-aba

Mungkin aku saja yang tak mengira

Waktu tersandar membaur kasih

 

Meski waktu telah usai sudah

Sudahi semua rasa bersalah

Adakah hatimu bermunajat pada sang kuasa?

Biarkan dan lepaskan bila kau tak rela

Bila hanya bersenda gurau semata

Karena cinta tak semudah itu saja

Karena cinta itu Lillahi Ta’ala

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama