[BERITA] Pulihkan Konservasi Lahan Pascabanjir, PPK Ormawa BEM KM Universitas Andalas Tanam 1.250 Bibit di Gurun Laweh
PADANG,UKPM PENA KM FKM UNAND-Sabtu (1/8) PPK Ormawa BEM KM Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Aksi Tagak Rimbo sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya pemulihan kawasan terdampak banjir bandang di Mushala Nurul Ihsan, RT 02 RW 02, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Melalui kegiatan ini, sebanyak 1.000 rumput vetiver dan 250 bibit pohon berakar kuat ditanam untuk membantu memulihkan kondisi lingkungan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Banjir bandang yang melanda Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, meninggalkan dampak yang besar bagi masyarakat. Selain merusak rumah warga, bencana tersebut juga menyebabkan banyak pepohonan tumbang sehingga lingkungan menjadi gersang dan rentan terhadap bencana susulan. Melalui Aksi Tagak Rimbo, PPK Ormawa BEM KM Universitas Andalas berupaya menghidupkan kembali kawasan terdampak melalui penghijauan dan penguatan struktur tanah dengan penanaman tanaman berakar kuat.
Novi Sovian Linda S. AP. selaku Lurah Kelurahan Gurun Laweh menyampaikan bahwa kondisi wilayah setelah banjir bandang mengalami perubahan yang sangat signifikan. Banyak pohon tumbang terbawa arus sehingga lingkungan menjadi gersang dan aktivitas masyarakat turut terganggu.
"Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan PPK Ormawa melalui Aksi Tagak Rimbo ini, kami berharap wilayah Gurun Laweh dapat kembali hijau. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan sehingga mampu membantu masyarakat dalam memulihkan kondisi lingkungan pasca bencana," ujarnya.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh berbagai pihak. Dilanjutkan dengan penyerahan bibit secara simbolis. Setelah itu, seluruh peserta bergerak menuju titik penanaman untuk melakukan penanaman 250 bibit pohon berakar kuat bersama para tamu undangan, sedangkan 1.000 rumpun rumput vetiver ditanam secara gotong royong oleh para relawan.
Alfa Rino Svedrilio yang merupakan Ketua Pelaksana Aksi Tagak Rimbo 2026 menjelaskan bahwa pemilihan lokasi penanaman dilakukan melalui berbagai pertimbangan. Kawasan tersebut dipilih karena tidak termasuk dalam zona merah bencana dan berdasarkan data dari Balai Wilayah Sungai, Gurun Laweh merupakan wilayah yang masih aman untuk dihuni oleh masyarakat sehingga masyarakat masih memiliki peluang dan optimisme untuk tetap menetap di wilayah tersebut.
"Kami memilih lokasi ini karena masyarakatnya masih memiliki semangat untuk mempertahankan tempat tinggal mereka. Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai, kawasan ini tidak lagi berada pada zona yang berpotensi menimbulkan dampak besar seperti sebelumnya. Oleh karena itu, kami memutuskan menjadikan wilayah ini sebagai lokasi pelaksanaan Aksi Tagak Rimbo," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penanaman difokuskan pada dua jenis tanaman, yaitu tanaman produktif dan nonproduktif. Tanaman produktif dipilih karena mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil buahnya, sedangkan tanaman nonproduktif dipilih karena memiliki akar yang kuat sehingga mampu membantu menjaga kestabilan tanah dan mengurangi risiko longsor maupun erosi.
Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang berhasil ditanam, tetapi juga dari tumbuhnya semangat masyarakat untuk bersama-sama memulihkan lingkungan pascabencana. Selain itu, PPK Ormawa BEM KM Universitas Andalas berkomitmen untuk melakukan monitoring secara berkala terhadap pertumbuhan seluruh bibit yang telah ditanam sebagai bentuk keberlanjutan program. Harapannya, bibit-bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik sehingga kawasan Gurun Laweh kembali hijau, lebih lestari, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
PPK Ormawa tahun ini mengusung fokus keberlanjutan program sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang mengangkat isu bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang di Sumatera Barat.
“Meskipun bencana tersebut telah berlalu, sejumlah wilayah terdampak hingga kini masih berada dalam tahap pemulihan. Oleh karena itu, program yang dijalankan difokuskan pada upaya pemulihan konservasi lahan sebagai langkah nyata dalam mengurangi risiko bencana di masa mendatang sekaligus mendukung pemulihan lingkungan secara berkelanjutan”. Ujar Sekretaris Mentri Sosial Masyarakat BEM KM UNAND, Tsabita Hanifah.
Reporter: Afdresica Nahroh A.
Posting Komentar