Padang, UKPM PENA KM FKM UNAND — Universitas Andalas (UNAND)
menyelenggarakan Workshop Kehumasan bertema “Transformasi Kehumasan UNAND dari
Informasi ke Reputasi” yang berlangsung pada 07–08 Desember 2026, di Convention
Hall Universitas Andalas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran strategis
kehumasan dalam mendukung pencapaian reputasi institusi secara berkelanjutan.
Workshop secara resmi dibuka oleh Sekretaris Universitas
Andalas, Dr. Aidinil Zetra, MA. Dalam
sambutannya, ia menegaskan bahwa kehumasan perguruan tinggi saat ini tidak lagi
hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, melainkan memiliki peran penting
dalam membangun, menjaga, dan mengelola reputasi institusi secara terukur dan
berbasis strategi.
Hari pertama workshop diisi dengan pemaparan materi utama
oleh Dr. Emilia Bassar, M.Si., pendiri Center for Public Relations Outreach and
Communication (CPROCOM) sekaligus Direktur Komunikasi PT Indonesia Morowali
Industrial Park (IMIP). Ia menekankan pentingnya perencanaan komunikasi
berbasis riset yang selaras dengan tujuan strategis organisasi.
“Komunikasi yang efektif harus diawali dengan pemetaan
pemangku kepentingan, pemahaman audiens, serta penetapan tujuan komunikasi yang
jelas dan terukur,” jelasnya.
Dr. Emilia juga memperkenalkan pendekatan SMARTER (Specific,
Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound, Evaluated, dan Reviewed) sebagai
kerangka penyusunan strategi komunikasi yang berorientasi pada dampak dan
reputasi institusi. Dr. Emilia juga menyampaikan bahwa kehumasan harus tetap
berpegang pada fakta dan menghindari spekulasi dalam menghadapi media. Ia juga
mengingatkan agar humas tidak menjadikan media sebagai lawan, melainkan sebagai
mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Dalam situasi krisis, kepercayaan publik sangat bergantung
pada cara institusi menyampaikan informasi,” jelasnya saat sesi pemaparan
berlangsung.
Menurutnya, sikap tertutup, pernyataan yang tidak jelas,
atau penggunaan frasa “no comment” dapat menimbulkan persepsi negatif dan
menurunkan kredibilitas institusi.
Selain itu, Takhta Pandu Padmanegara, B.Comm, selaku Lead
Strategist dan Founder Commpac InboundID Network, turut menjadi narasumber. Ia
membahas pentingnya pengelolaan komunikasi digital terintegrasi, relasi media
strategis, serta pemanfaatan konten kreatif dan storytelling untuk meningkatkan
keterlibatan publik.
Takhta juga memaparkan berbagai praktik terbaik (best
practices) yang dapat diterapkan oleh institusi pendidikan tinggi dengan
mengacu pada contoh institusi lain, khususnya dari sudut pandang pengelolaan
kanal digital. Ia menguraikan bahwa website institusi perlu berfungsi sebagai
pusat informasi yang kredibel, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan
pengguna, bukan sekadar etalase berita internal.
Ia menjelaskan bahwa platform media sosial seperti YouTube,
Instagram, TikTok, LinkedIn, dan Threads memiliki karakter audiens yang berbeda
sehingga membutuhkan pendekatan konten yang spesifik dan konsisten. Menurutnya,
institusi perlu menyesuaikan format, gaya bahasa, serta narasi konten agar
mampu membangun kedekatan dan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak melakukan refleksi
dan audit internal terhadap pengelolaan kanal komunikasi Universitas Andalas.
Melalui pendekatan audit yang jujur dan objektif, kehumasan Universitas Andalas
didorong untuk mengidentifikasi peluang optimalisasi, baik dari sisi
konsistensi pesan, kualitas konten, hingga pemanfaatan platform digital secara
strategis.
Melalui workshop ini, Universitas Andalas diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar penyampai informasi menjadi pengelola reputasi institusi yang adaptif, strategis, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Reporter: An-Nisa Salsabila
Posting Komentar