RAPI [Harga BBM Naik, Nasib Kesehatan Masyarakat Dipertanyakan]

Bahan Bakar Minyak atau dikenal dengan BBM adalah jenis bahan bakar (fuel) yang dihasilkan dari proses pengilangan (refining) minyak mentah. Minyak mentah ini berasal dari perut bumi yang nantinya akan diolah dalam pengilangan dan menghasilkan produk minyak, yang di dalamnya termasuk adalah BBM.  Penggunaan BBM akan terus mengalami peningkatan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dan akan berkurang sesuai cadangan atau persediaan nasional Indonesia, kecuali ditemukan energi alternatif lain. Berdasarkan naskah RAPBN dan Nota Keuangan dikenal istilah subsidi BBM, berupa pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia kepada Pertamina dalam pendapatan yang di dapat Pertamina dari tugas penyedia BBM di Indonesia lebih rendah dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan BBM tersebut. Harga BBM bersubsidi di Indonesia merupakan harga yang diatur pemerintah untuk seluruh wilayah Indonesia.

Harga BBM sejak tanggal 3 September 2022 mengalami kenaikan, yang pada awalnya harga pertalite Rp7.650 menjadi Rp10.000, solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 dan pertamax dari Rp12.500 jadi 14.500 per liter. Mengutip dari Ditjen Perbendaharaan KEMENKEU RI KPPN KOLAKA kenaikan BBM ini tidak dapat dihindari karena tiga alasan, yaitu subsidi dan kompensasi BBM belum tepat sasaran dan masih banyak dinikmati oleh orang mampu, kenaikan harga BBM dapat menurunkan tambahan beban subsidi dan kompensasi dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat kurang mampu dan rentan sehingga lebih tepat sasaran dan sesuai dengan nilai sila ke 5 Pancasila, serta harga BBM yang terlalu murah akan menyebabkan kecenderungan orang lebih boros energi sehingga tidak ramah pada lingkungan.

Meskipun pemerintah telah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan dukungan Pemda melalui 2% DTU untuk mengatasi dampak negatif kenaikan BBM bagi masyarakat menengah. Tetap saja kenaikan BBM ini menjadi pro kontra di tengah masyarakat. Melihat dari sudut pandang kesehatan, kondisi kehidupan akibat kenaikan BBM ini, memicu terbentuknya pola gaya hidup baru dalam masyarakat. Hal ini dinyatakan berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of East Anglia kenaikan BBM diikuti oleh keterbatasan finansial akan mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan seseorang, dan adanya penyesuaian gaya hidup dan finansial akan menjadi pemicu stres. Namun meninjau dari segi kesehatan fisik menurut Journal of Policy Analysis and Management kenaikan BBM ini berdampak positif dikarenakan masyarakat akan memilih untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi dan banyak melakukan aktivitas fisik berupa jalan kaki dan bersepeda, sehingga kegiatan ini akan mengurangi perilaku atau penyebab obesitas atau penyakit lainnya. Selain itu naiknya harga kebutuhan pokok menurut hasil studi Economic Inquiry dapat mengurangi frekuensi masyarakat untuk makan di restoran dan ini juga berperan dalam penurunan potensi obesitas.

Nindi Octaviani

UKPM Pena BEM KM FKM Unand

Generasi Aksatawani

 

Referensi

Diviya Agatha. 2022. Dampak Harga BBM Naik pada Pola Hidup Manusia, Pengaruhi Fisik hingga Mental. Liputan6. Akses ( https://www.liputan6.com/health/read/5060290/dampak-harga-bbm-naik-pada-pola-hidup-manusia-pengaruhi-fisik-hingga-mental ).

DITJEN PERBENDAHARAAN KEMENKEU RI. 2022. Strategi Pemerintah Meredam Dampak Kenaikan BBM. Akses ( https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/kolaka/id/data-publikasi/berita-terbaru/2981-strategi-pemerintah-meredam-dampak-kenaikan-bbm.html ).

http://feb.unila.ac.id/wp-content/uploads/BAB-II-SENSITIVITAS-HARGA-DIESEL-OIL-MEANS-OIL-OF-PLATTS.pdf

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama