Rasa 08

TEMA: CERITA MASA MUDA

 

CERPEN

Hati hati

Oleh: Luthfiyyah Fathinah

Namanya Mangga. Aku memberinya nama baru karena aku terlalu malu menyebutkan nama aslinya. Hari itu adalah hari yang biasa biasa saja sebenarnya, tetapi tidak untuk beberapa hari kemudian, beberapa minggu, bulan, tahun, bahkan aku tidak tahu hingga sampai kapan aku akan menceritakan kisah ini dengan perasaan yang sama.

Juni 2019, saat itu cuacanya begitu terik. Aku berteduh pada sebatang pohon mangga di depan perpustakaan, seusai menjalani pendaftaran ulang. Ya, aku di terima di SMA yang aku impi-impikan selama ini.

"Alhamdulillah, ya Allah akhirnya ga makan waktu lama lagi kalau mau ke sekolah, naik angkot sepuluh menit sampai", ucapku dalam hati. Tiba tiba seorang gadis berkerudung merah melambaikan tangannya kepadaku. Aku yang minus tiga sedang tidak mengenakan kacamata sehingga aku bermain tebak tebakan dengan diriku sendiri,

"Layla? Cheril? Nila?" Nila. Nila sahabatku dari SMP mengajakku untuk berkeliling sekolah baru kami.

"Cihuuy besok pake seragam putih abu-abu,dong", ucapku kegirangan.

"Ihh Tina, besok kan kita pakai seragam olahraga SMP!", ucap Nila begitu heboh.

"Yahh aku ga jadi kawaii desune dong, La"

"Ciee wibu newbie, ntar kita masuk japanese club,kuy"

"Kuy kuyy kuyy"

Saat itu kami melewati koridor kelas sepuluh, suasanaya menyenangkan, tetapi ntah kenapa bulu kudukku merinding. Seakan ada mata yang mengawasiku dari kejauhan.

H+8 kuliah tatap muka.

Seperti biasa pagi ini aku naik angkot terlambat, hanya menyisakan bangku untuk sekitar dua hingga empat orang lagi. Namun, dengan jarak tempuh yang masih berdekatan, satu persatu penumpang turun. Kemudian, beberapa orang naik lagi. Kali ini angkot menjadi penuh. Sesak. Seorang pria duduk di sampingku. Untung tali tasnya teruntai jatuh, memberi jarak antara aku dengan dia. Yang benar saja, aku risih, tapi ya namanya juga angkutan umum.

"Manusia biasa datang dan pergi....." ntah kenapa aku menjadi teringat tulisan ini. Kemudian begitu melihat penumpang di depanku turun, aku mengambil sikap waspada. Aku segera beranjak mendapati bangku kosong di hadapanku.  Sepertinya aku mendengar helaan napas tadi. Tetapi aku menahan diri untuk tidak melihatnya.

"Jadi biasakan dirimu" yah aku hanya mengikuti kalimat itu. Namun, pria itu seperti sedang menatapku. Aku berusaha untuk tidak memastikan keraguanku ini. Mungkin dia tersinggung?

Huhh haah...

Aku berlari mengitari lapangan basket SMA, pulang sesore ini benar-benar membuatku lelah. Aku menunggu Bapak di depan perpustakaan sembari menyeruput es teh goyang. Aku tidak sabar menunggu Bapak, sampai-sampai gigiku mengunyah es batu ini tanpa butuh usaha lebih. Aku menikmati suasana ini, es batu di sore hari dan melihat orang-orang bermain basket. Aku bergegas karena sepertinya bola basket akan mengenaiku. Sontak aku melepas gengggamanku pada es teh yang terbungkus plastik tanpa diikat karet ini. Aku berlari berlindung di bawah meja, tetapi aku tidak melihat bola basket itu mengenai kaca jendela perpustakaan seperti biasanya. Lalu aku melihat ke arah pohon mangga tadi. Seseorang berdiri di sana dan berkata,  "hati hati".

 

Senandika

Masa Muda

Oleh: Nindi Octaviani

Waktu terasa begitu cepat hingga tidakku sadari dunia semakin berubah. Jika dulu ku tak sungkan untuk merajuk, merengek dan juga menangis. Sekarang tak lagi.

Ketika egoku mulai meninggi. Cerita orang lama, tak benar-benarku dengar. Hah,aku merasa diri ini telah mampu menjalani kehidupan dengan mapan. Namun ternyata, hidup mapan yang jadi impian tak seindah masa muda...

Ya masa muda, masa yang ku habiskan dengan kekonyolan. Masa muda yang tak pernah takut akan tertinggal. Masa muda tak pernah berpikir bahwa dunia tak adil. Masa muda yang juga tak peduli seberapa sukses orang lain. Masa muda yang tidak ragu untuk mencoba meskipun gagal. Semuanya terasa akan baik-baik saja pada masa muda itu. Karena mungkin saat itu tak banyak tuntutan..

Hahh, jika dulu kuberkata lantang ingin cepat dewasa. Maka saat ini aku berkata ingin kembali kepada masa muda itu.

 

SAJAK

Bimbang

Oleh: Annora Febrianti

 

Ketika hati mulai resah

Tidak tau kemana arah melangkah

Menanti rumah untuk singgah

Akankah berakhir indah?


 

QUOTES

"Sukses di masa tua itu biasa, tetapi sukses di masa muda baru luar biasa."

-Afifah Hanum Harahap-

 

Masa tua yang sukses tidak lahir dari masa muda yang berleha leha, jauh lebih baik kita kehilangan masa muda untuk belajar dan bekerja keras daripada kehilangan masa depan

-Siti Nurul Izza-

 

 

PANTUN

Jalan-jalan ke Danau Toba

Engga disangka digoda ibu-ibu

Waktu muda pengen cepat dewasa

Eh, sekarang pengen balik ke masa itu

Adisty Fadhilah Pohan

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama