MADING 30

 

TEMA: SELF HEALING

 

·      POJOK QUOTES

 Tidak ada kehidupan yang sempurna. Bahagia dan sedih akan selalu menyapa, maka jadikanlah sabar dan syukur sebagai penikmatnya. Kamu capek, kamu stres, kamu jenuh, tapi jangan sampai menyerah.

Adinda Zahra Fadillah

 

·      POJOK INFO

 Menulis sebagai Alternatif Self Healing

Self Healing dapat diartikan sebagai proses penyembuhan luka diri dari luka batin atau mental yang diakibatkan oleh berbagai hal. Luka batin itu sendiri bisa muncul dalam bentuk perasaan sedih mendalam, merasa gagal, cemas, yang mengarah pada kondisi depresi. Tujuan dari self healing sendiri adalah untuk memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan membentuk pikiran positif dari apa yang telah terjadi. Ketika berhasil melakukan self healing, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih tegar dalam menghadapi kesulitan, kegagalan, dan trauma di masa lalu.

Pembaca mungkin sering menjumpai istilah, “Piknik agar tidak Panik”. Liburan menjadi kesenangan banyak orang dari berbagai kalangan. Bahkan, pergi tamasya menjadi agenda rutin bagi sebuah keluarga. Tujuannya adalah untuk Self Healing Therapy. Mereka menganggap bahwa berlibur merupakan cara paling ampuh untuk menyembuhkan diri dari luka batin. Tertawa bersama teman, pasangan atau sanak family, berfoto-foto di tempat wisata, makan-makan sambil menikmati pemandangan dapat membuat hati bahagia. Sehingga segala sesuatu yang membuat hati tertekan menjadi sirna. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak menyukai keramaian? Atau mereka yang jarang holiday demi menghemat pengeluaran? Salah satu self healing theraphy yang bisa dilakukan yaitu dengan menulis.

Menulis merupakan bentuk terapi jiwa dan penyembuh diri dari gangguan psikologis atau mengalami trauma. Seperti yang dilakukan oleh Winda Nurdiana (25), seorang gadis introvert dan kurang bisa bergaul dengan orang lain. Lingkungan sosial yang kerap tidak adil membuatnya harus banyak melakukan kegiatan dari rumah. Oleh karena itu, ia sering meluapkan segala yang mengusik kalbu lewat tulisan. Menurutnya, “Saya senang menulis karena ide-ide, ilmu, pengalaman, atau perasaan yang tak mampu diungkapkan lewat lisan bisa saya tuangkan pada lembaran-lembaran kertas putih,” ungkap pengarang novel Mr. Alien itu.

Untuk memulai, mungkin kita bisa menulis sesuatu dari yang paling dasar hingga suatu tulisan yang berkonsep. Pada saat self healing kita bisa membuat tulisan bebas berupa curahan hati atau keadaan yang sedang dirasakan. Kita bisa juga memulai membuat konsep tulisan dan memanfaatkan self healing untuk mencari keuntungan lainnya. Selain bisa menyegarkan pikiran, menulis juga dapat membuat kita lebih tenang dan lebih percaya kepada diri sendiri.

 

Sumber:

https://rahma.id/menulis-sebagai-self-healing-therapy/.

Dwinda Rahmadhani

 

·      POJOK TIPS

 Tips Self Heaaling dalam Keseharian

Untuk menyembuhkan diri sendiri, kamu bisa memulainya dengan mengenali dulu luka apa yang ada di dalam dirimu, menerima luka tersebut dan tidak menolaknya, hingga akhirnya kamu dapat mencapai hidup seutuhnya dengan luka batin yang sudah sembuh. Adapun tipsnya, yaitu :

1.    Meditasi dengan Teknik Grounding

Mulailah dengan meletakkan kaki dengan nyaman di lantai, ambil tiga tarikan nafas yang panjang, dan dengan setiap tarikan nafas tersebut. Lepaskan energi negatif yang ada pada dirimu. Fokuskan pikiran dan perhatianmu hanya ke telapak kaki, dan bayangkan dirimu menyatu dengan bumi. Tarik napas dalam tiga hitungan dan ulangi pola ini selama tiga kali. Buka mata ketika kamu sudah merasa lebih nyaman.

2.    Melatih Pernapasan

Sebelum memaksakan dirimu untuk tetap produktif, luangkan waktu 5-10 menit untuk menenangkan dirimu dulu. Carilah posisi yang nyaman, kamu bisa melakukannya sambil duduk atau berbaring. Tarik napas dalam enam hitungan dan buang kembali dalam enam hitungan.

3.    Tuliskan apa yang kamu rasakan dan pikirkan

Bagi sebagian orang menuliskan apa yang dirasakan mampu membuatnya merasa lebih tenang. Kalau pikiran kita biarkan penuh dengan berbagai hal, tentu akan membuat kita kesulitan dalam memahami apa yang sebenarnya kita rasakan. Dengan menulis, kita dapat meningkatkan kesadaran dan membantu kita lebih memahami permasalahan yang kita alami.

 

Sumber:

https://satupersen.net/blog/mengenal-self-healing

Rani Andari

 

·      POJOK SASTRA

 Obatku dari Penyapu Jalanan

"Pergi sana, pergi yang jauh, jadi anak tidak tahu terima kasih," bentak Karisma. Begitulah ucapan yang seringkali didengarkan Vita dari ibu tirinya.

Vita pergi meninggalkan rumah bermodalkan uang jajan dan baju yang melekat di tubuhnya.

"Ih, kesal... Nenek sihir itu memang perlu dikasih pelajaran. Seenaknya ngusir aku padahal itu rumahku sendiri. Kenapa harus dia yang jadi ibu tiriku," teriak Vita. Vita berdiri di pinggiran jalan raya sambil menatap kosong ke arah gedung bertingkat. Air matanya pun menetes meluapkan perasaan yang kacau. Kehidupan Vita berubah 90 derajat setelah kepergian ibunya memenuhi panggilan ilahi. Perhatian ayahnya pun sudah terbagi ke keluarga barunya. Di usianya yang belum genap 15 tahun harus sudah belajar artinya kehidupan seperti orang dewasa lainnya.

"Hey, Nak, jangan bunuh diri di jalan raya! Nanti jadi gentayangan loh," ucap Tiafa sambil menarik pergelangan tangan Vita dan menjauhkannya dari jalan raya.

"Apa? Apa?" Bentak Vita k earah Tiafa seorang penyapu jalanan.

"Tenanglah, Nak, kalau ada masalah, penyelesaiannya bukan dengan bunuh diri itu sama aja kayak pengecut. Cerita saja ke ibu kalau kamu ada masalah biar agak lega perasaannya," jelas Tiafa.

Tanpa merasa ragu Vita menceritakan masalahnya. Kepergian sosok ibu dari hidupnya setahun yang lalu mengukir luka di hatinya.

Sebelum kepergian ibunya, rumah adalah tempat yang ternyaman. Sepulang sekolah Vita tidak pernah mau bermain bersama temannya sebelum merehatkan tubuhnya di pangkuan sang ibu dan menghabiskan makan siangnya di meja makan.

Namun hal itu tidak akan pernah terulang kembali lagi. bahkan sosok ayah yang begitu dibanggakannya sudah tidak peduli mengenai kehidupan Vita. Kedatangan karisma dan kedua anaknya membuat Vita kehilangan segalanya.

Pernikahan ayahnya terjadi tanpa sepengetahuan Vita. Membuat hubungan di antara keduanya tidak akur seperti dulu. Bahkan hanya untuk bersapa satu dengan yang lainnya sangat jarang terjadi, ayah yang sibuk dengan urusan kantor harus pulang larut malam.

Sesekali Vita ingin bercerita dengan ayahnya untuk memperbaiki hubungan di antara mereka. Namun, sebelum mengetuk pintu kamar, Vita mendengar suara gelak tawa antara ayah dan ibu tirinya. "Takkan ada ruang untukku lagi ayah," ucapnya.

Perasaannya hancur dan luka di hati semakin besar. Untuk meluapkan kesedihan yang dirasakan, Vita akan pergi ke taman dekat rumah.

"Begitu kisahku, Bu, hancur sehancurnya," ucap Vita.

"Sehancur itukah perasaanmu, Nak? Coba lihat anak-anak yang bermain kelereng di pinggiran sana. Mereka mengharapkan kehidupan sepertimu bisa bertumbuh besar dalam lingkungan keluarga yang utuh walaupun hanya sebentar. Sedangkan mereka sekedar mengenal dan mengetahui siapa yang melahirkan mereka pun tidak bisa, Nak. Cobalah untuk menerima semua yang telah Allah takdir dalam hidup ini, maka tidak akan pernah ada kecewa dan sakit hati. Ada banyak anak-anak di luar sana yang berdoa agar bisa memiliki orang tua meskipun hanya ayah atau ibu. Dan kamu memiliki itu, berarti Tuhan masih sayang kepadamu," jelas Tiafa.

Sebulan berlalu, setelah pertemuannya dengan Tiafa memberikan perubahan besar dalam hidupnya. Keberaniannya menerima ayah dan keluarga barunya, serta mengikhlaskan kepergian sang ibu membuat Vita kembali keposisinya sebagai Puteri kecil ayah. Ucapan Tiafa menjadi motivasinya untuk berdamai dengan masa lalunya.

Putriani Tambunan

·      POJOK HUMOR

Di sore hari tepatnya di taman kota, ada 2 orang lelaki yang sedang berbincang membahas lelahnya pekerjaan dan stress yang dimiliki.

Budi           : “Aduh, Jon, letih banget aku hari ini. Pekerjaan ku banyak, tugas juga kayak                    tempe yang ditumpuk, aku juga suka merasa sedih mengingat masa lalu.                           Pokoknya tertekan banget aku.”

Joni             : “Wah berat benget ya, bro. Ya udah istirahat aja dulu, bawa santai aja”

Budi           : “Ya aku maunya gitu, Jon. Tapi kalau aku santai aku jadinya stress, ga tenang jadinya”

Joni             : “Hmm, lakukan aja self healing, bro. Mana tau lelah yang kamu miliki                               berkurang. Gapapa  kok.”

Budi           : “Kalau versi kamu Jon gimana self healing nya? Mana tau aku bisa coba”

Joni             : “Kalau versi aku sih, maafkan masa lalu, menerima kenyataan dan                                     bersyukur, pergi jalan-jalan ke tempat yang ku suka.”

Budi           : “Hmm, boleh deh Jon aku coba.”

Joni             : “Nah, boleh tuh bro. Oh ya satu hal lagi, yang bisa dilakukan adalah tidur.”

Budi           : “Iya sih bro, paling mudah dilakukan. Dulu waktu kecil disuruh tidur siang                      sama orangtua itu udah kayak hukuman terberat hahaha”

Joni             : “Nah itu, sekarang tidur udah kayak keinginan yang sangat penting. Oh ya                       tidurnya diselimuti kekayaan ya, biar gak stress saat tidur.”

Budi           : “Waduh, kalau gitu aku bisa jadi makin stress dong  Jon. Kekayaan aku aja                      gak ada.”

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama