MADING 15

 

TEMA: KEBANGKITAN

·         POJOK QUOTES

 Gagal dalam berjuang bukan berarti kau harus pulang

Akan tetapi, ayo bangkit lagi dan berjuang!

Angela Fortuna Sekarini

Untuk mencapai sesuatu, harus diperjuangkan dulu. Seperti mengambil buah kelapa, dan tidak menunggu saja seperti jatuh durian yang telah masak.

-Mohammad Natsir-

Ghefira Vania Saldha

 

·         POJOK INFO

 Kebangkitan Nasional Indonesia

Kebangkitan Nasional adalah Masa di mana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Tokoh-tokoh yang mempolopori Kebangkitan Nasional, antara lain yaitu; Sutomo, Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll.

 

Asal usul Kebangkitan Nasional

Pada tahun 1912 berdirilah Partai Politik pertama di Indonesia (Hindia Belanda), Indische Partij. Pada tahun itu juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (di Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (di Yogyakarta), Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo.

Serikat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis "Als ik eens Nederlander was” ("Seandainya aku seorang Belanda"), pada tanggal 20 Juli1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda danBangka, tetapi karena "boleh memilih", keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda. Saat ini, tanggal berdirinya Boedi Oetomo20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Sumber:

https://sumbarprov.go.id/home/news/7692-kebangkitan-nasional-indonesia-20-mei-1908.html

Tiara Annisa Gyatri

 

·         POJOK TIPS

Tips untuk Bangkit dari Kegagalan

1.    Pandang kegagalan sebagai jalan menuju sukses

2.    Ambilah pelajaran berharga dari kegagalan tersebut

3.    Banggalah jika anda pernah mengalami kegagalan

4.    Berpikir jauh ke depan

5.    Jagalah pikiran agar selalu memikirkan hal yang positif

6.    Ingatlah kesuksesan terdahulu yang pernah dirasakan

7.    Kelilingi diri dengan orang-orang yang positif

8.    Evaluasi rencana dan teruslah mencoba sampai berhasil mewujudkannya

Sumber:

https://www.tipspengembangandiri.com/bangkit-dari-kegagalan/

Sonia Asyrifa Ummi Tanjung

 

·         POJOK SASTRA

 Aku Anak Indonesia

Diri ini adalah putra bangsa

Berliannya negri nusantara

Bibit unggulnya Indonesia

 

Tidak peduli dengan negara asing

Tak peduli seberapa kuatnya Amerika

Atau majunya negara Rusia

Dakukan tetap setia pada Indonesai

 

Sorak meneriakkan “MERDEKA”

Semangat patriot Sumpah Pemuda

Tetap berkobar hingga akhir hayat

Sebab ingat pesan Bung Hatta

“Anak muda boleh pandai beretorika

Tapi juga harus sadar untuk mewujudkan kemakmuran

Dan kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita”

Putriani Tambunan

 

·         POJOK HUMOR

 Setelah Bu Guru selesai menjelaskan pelajaran. Maka, beliau memberikan kesimpulan sebelum kelas berakhir.

Guru    : Anak - anak, di dalam jiwa kita harus ada ya rasa nasionalisme. Rasa itu haru selalu tumbuh dan menjadi jiwa kita ya.

Murid : Baik, Bu.

Astuti : Bu, gimana cara nya agar rasa nasionalisme itu tumbuh, Bu?

Guru : Sebagai murid bisa belajar serius, berjuang demi kemajuan bangsa, dan bangkit     melawan ketidakbenaran yang ada di negara kita. Itu bisa menjadi caranya, Nak.

Astuti : Oh begitu, siap, baik, Bu.

Guru : Baik anak-anak, ibu ada tugas untuk kalian.

Astuti : Ibu, saya bangkit melawan ketidakbenaran Bu.

Guru : Loh, ada apa nak?  Kok tiba-tiba?

Astuti : Iya Bu, saya harus lawan, soalnya ibu kasih tugas di hari cuti bersama. Ini kan tidak benar Bu, seharusnya kami libur bukan sibuk mengerjakan tugas. Jadi kami bangkit       melawan ketidakbenaran ini.

Guru : Lohh…

Gabriella Tessalonika

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama