MADING 13

 

TEMA: PENDIDIKAN

·      POJOK QUOTES

 Hal utama yang membedakan adalah kualitas manusianya.

Jika memang kualitasnya baik dan mendapat pendidikan terbaik, tentunya hasil yang diperoleh akan menjadi lebih maksimal.

Adinda Zahra

 

·      POJOK INFO

 Tantangan Dunia Pendidikan di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru, dosen, dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kreativitas setiap individu dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, pada acara Medan International Conference on Energy and Sustainability, Selasa (27/10).

“Saat ini pandemi menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas terhadap penggunaan teknologi, bukan hanya transmisi pengetahuan, tapi juga bagaimana memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik,” tutur Nizam.

Pada saat yang bersamaan, lanjut Nizam, tantangan ini juga menjadi kesempatan bagi semua tentang bagaimana penggunaan teknologi dapat membantu membawa mahasiswa dan pelajar menjadi kompeten untuk abad ke-21. Keterampilan yang paling penting pada abad ke-21 ialah self-directed learning atau pembelajar mandiri sebagai outcome dari edukasi.

Nizam menjelaskan masa pandemi ini dapat melatih serta menanamkan kebiasaan menjadi pembelajar mandiri melalui berbagai kelas daring atau webinar yang diikuti oleh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga dapat bekerja sama satu dengan yang lain untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran serta menghadapi permasalahan nyata yang ada. Ia pun menambahkan bahwa situasi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi mahasiswa, namun juga para dosen dalam menyampaikan edukasi dimana para dosen perlu memastikan bahwa mahasiswa memahami materi pembelajaran.

“Pembelajaran daring menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dengan situasi Indonesia yang memiliki ribuan pulau. Bagaimana teknologi dapat digunakan, bagaimana penyediaan akses internet pada daerah-daerah terpencil dimana barang elektronik tanpa akses internet pun masih menjadi suatu kemewahan. Ini merupakan tantangan bagi semua pihak, saat ini kita harus bekerja keras bersama bagaimana membawa teknologi menjawab permasalahan nyata yang terjadi pada mahasiswa dan pelajar yang kurang beruntung dalam hal ekonomi maupun teknologi yang berada di daerah-daerah terpencil,” lanjutnya.

Kondisi pandemi Covid-19 juga memaksa para pemangku kebijakan di bidang pendidikan untuk dapat menyesuaikan diri dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penyesuaian ini diwujudkan melalui kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM), dimana mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran di luar program studinya.

Adapun program-program pada masa pandemi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi berupa relawan pengendalian Covid-19 (RECON), KKN Tematik, Mengajar Dari rumah (MDR), dan Permata Sakti. Seluruh program tersebut diikuti oleh ratusan ribu mahasiswa di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Nizam pun menyampaikan masa pandemi ini juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk keluar dari pandemi dan menjadi green nation. Menurutnya, sejak pandemi hadir, lingkungan menjadi lebih bersih akibat berkurangnya emisi gas buang, mengingat terbatasnya aktivitas masyarakat di luar rumah.

Sumber:

https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/tantangan-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi/

Sabilla Hanifa

 

·      POJOK TIPS

 Tips Sukses Menjalankan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

1.    Mengembangkan rencana kontinjensi. Rencana kontinjensi ini mengatur semua hal mulai dari cara menjamin keselamatan para siswa hingga memastikan hak pendidikan mereka terpenuhi. Dalam pengembangan rencana kontinjensi, otoritas pendidikan setempat serta sekolah juga berdiskusi dengan para pakar kesehatan untuk mendapat masukan mengenai apa saja yang harus diterapkan di sekolah.

2.    Mendistribusikan sumber-sumber daya yang dapat mencegah menyebarnya penyakit. Sumber-sumber daya seperti peralatan untuk mengukur suhu tubuh, masker, dan lain sebagainya tersebut dipastikan harus tersedia di semua sekolah.

3.    Menciptakan tim pencegahan penyakit di sekolah untuk mendorong penerapan protokol kesehatan dan keselamatan. Tim ini juga bertugas menyebarkan cara-cara mencegah penyakit, memonitor status kesehatan para siswa dan staf di sekolah, dan melaporkan apabila ada warga sekolah yang terindikasi terjangkit Covid-19.

4.    Memastikan tersedianya dan terdistribusikannya sumber-sumber belajar bagi semua siswa dan guru selama mereka harus menjalankan kegiatan pembelajaran dari rumah.

5.    Menerapkan kebijakan cuti yang fleksibel bagi para orangtua yang harus mendampingi anak-anaknya belajar dari rumah. Kebijakan ini khususnya dibuat untuk orangtua dengan anak yang masih berusia kurang dari 12 tahun atau anak-anak difabel. Lewat kebijakan ini diharapkan anak-anak dapat belajar secara maksimal dengan bimbingan orangtua di rumah.

6.    Menyediakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh para guru agar mereka lebih siap dalam merencanakan, mendesain, serta mengimplementasikan kegiatan belajar online yang berkualitas.

7.    Memonitor kondisi sosial dan emosional para guru dan siswa dengan harapan agar pandemi ini tidak meruntuhkan moral mereka sehingga tetap dapat menjalankan proses pembelajaran secara optimal.

8.    Mengurangi ketergantungan terhadap pertemuan tatap muka, khususnya bagi NGO yang bergerak di bidang pendidikan. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan kapasitas untuk pelaksanaan metode belajar hibrid.

Sumber:

https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/jelita/delapan-kunci-sukses-menjalankan-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19/

Nadhifah Salsabila

 

·      POJOK SASTRA

Bila terasa berat

Tahan sekejap

Ia tak pernah berkhianat

Mewujudkan terang setelah gelap

Annisa Nurul Habibah

Terbentang luas hamparan padi di sawah

Diiringi hiruk pikuk burung di sana

Pendidikan bukan sekadar mencari ijazah

Tapi mencari ilmu sebagai pegangan menghadapi dunia

Rahmad Fadhil Caesario

·      POJOK HUMOR

 Pak Bonar  : "Intinya menuntut ilmu itu wajib dan pasti akan berguna bagi kita ya, Anak-                         anak."

Bolang        : "Saya nggak mau menuntut ilmu, Pak, menurut saya itu tindakan yang tidak                         benar."

Pak Bonar  : "Loh kamu ini gimana, Bonar, mau jadi apa kamu kalau nggak mau menuntut ilmu?"

Bolang        : "Ilmu itu nggak bersalah, Pak, saya nggak mungkin nuntut ilmu."

Pak Bonar   : “...”

Shabrina Erika

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama