RASA 2


Tak Berdaya di Negeri Khatulistiwa

Karya : Lis Natahdiya Laulaa

 

Tanah bergoyang, menyapu habis kebahagiaan

Awan bergulung hitam, menyambut kesedihan

Gunung bersuara, memberi kepedihan

Laut bergelombang, mencabut kesenangan

 

Tak ada yang tersisa

Walau secuil asa

Di negeri penuh cinta

Lenyap! Tak terasa

Hingga tak berdaya

Di negeri khatulistiwa

 

Khatulistiwa Tak Berdaya

Saat demokrasi bukan lagi budaya

Penguasa dengan kehidupan kaya

Tapi rakyat mati dengan berbagai gaya

 

Ambang kehancuran di depan mata

Menunggu saksi nyata

Bahwa khatulistiwa tak berdaya

_____________________

Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Karya : Salshabila Nadya

 

Aku sempat berkelahi dengan pikiranku sendiri

Mengapa bisa mereka yang hidup mewah seolah lupa untuk memahami?

Mereka terlalu manja menjalani hari

Mengapa mereka tega menggantungkan sesuatu pada orang lain yang kehidupannya ada di bawah mereka saat ini?

 

Apakah mereka memiliki hati nurani?

Apakah mereka tidak malu mempertontonkan kegagalannya pada orang lain?

Ayolah, kita memang makhluk sosial

Tapi bukan berarti kita bisa menyulitkan orang lain dan membuatnya kesal

 

Pasti lebih baik jika kita mengasah akal

Jangan justru menjadi beban, sesekali cobalah menjadi sebuah harapan

Aku sama sekali tidak menghakimi siapa-siapa

Aku hanya mengutarakan apa-apa yang mengganjal dalam jiwa

 

Berkat konspirasi kecil yang dipertontonkan oleh semesta

Aku telah mengerti dengan sendirinya

Bahwa Negaraku

Sedang tidak baik-baik saja

______________________

Jalan-jalan ke Pasar Raya

Jangan lupa membeli baju

Wahai Negaraku tercinta

Ayo kita bangkit maju

 

-Salshabila Nadya-

_____________________

Januari Berduka

Karya :  Elfifa Nia

 

Baru diawal sudah berduka

Baru diawal sudah merana

Baru diawal sudah nestapa

 

Keping

Satu persatu jiwa mulai terpanggil

Mulai dari yang alim sampai yang zalim

Pertanda apa?

Kehancuran? Kesengsaraan? Atau sebuah akhiran?

 

Kehancuran mulai menampakkan diri

Kesengsaraan mulai unjuk gigi

Tangisan pun tak henti-henti

Dan sebuah akhiran mulai ambil posisi

Padahal ini baru januari

 

Indonesia berduka

Indonesia merana

Indonesia nestapa

Alasannya?

Bukan hanya karna ulah manusia

Tapi juga alam nan kaya raya yang juga ikut menunjukkan ekspresinya

Ekspresi yang meluluhlantakkan semuanya

Banjir,  longsor,  gempa, serta musibah lainnya

Hanya dua alasan sang alam

Ikut sedih akan keadaan

Atau turut serta menghancurkan

_____________________

 

Opini Berani

Karya : Yolla Dwi Fitri

Pecah belah serta opini tajam yang berani

Terusik oleh fatamorgana perdamaian

Sedangkan opini masih melesat bebas

Berselancar nakal di dunia maya

Dan negeri kita sibuk melontarkan sudut pandang

Tanpa pikir panjang akibat yang akan didera

Berharap bumi mau berdamai pada negeri kita ini

Dalam rangka melepas diri

Dari hancur leburnya sebuah negeri karena ego manusia itu sendiri

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama