Rabu Beropini

 

Happy Hypoxia dalam Tren Coronavirus Disease-19

 

            Coronavirus disease-19 merupakan ancaman bagi banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini mengakibatkan 27.600.000 jiwa terjangkit Coronavirus disease-19 dan Indonesia mencapai angka 203.000 jiwa yang terjangkit virus ini. Hal ini menjadikan Coronavirus disease-19 sebagai pandemi yang belum memiliki penyelesaian hingga saat ini.

            Sudah sekitar delapan bulan Coronavirus disease-19 berlangsung dan perkembangan penyakit ini masih pesat. Penyakit ini mengalami perkembangan yang mengkhawatirkan, baik dari gejala-gejala yang ditimbulkan, cepatnya penularan, dampak terhadap tingkat kesembuhan, dan lain sebagiannya.

            Baru-baru ini, dunia kesehatan dihadapkan dengan kasus Coronavirus disease-19 baru, yaitu Happy hypoxia. Happy hypoxia merupakan keadaan seseorang saat kekurangnya oksigen tanpa adanya gelaja terhadap pasien Coronavirus disease-19 dan bisa menyebabkan kematian secara mendadak. Ketika seseorang kekurangan oksigen, ia akan mengalami kesulitan bernafas, kesulitan tidur, dan lain-lainnya. Namun, dalam kasus Happy Hypoxia bahwa pasien yang terkena sindrom tersebut terkesan sehat akibat adanya inflamasi pada jalur saraf pengaturan pernapasan, walaupun mekanisme ini belum dipastikan secara rinci. Happy hypoxia sangat membingungkan dokter dan dianggap sebagai menentang biologi dasar.

            Happy hypoxia yang menyebabkan kematian tanpa gejala membuat kita merasa abai terhadap penyakitnya. Banyak diantara kita yang mengira pasien Coronavirus disease-19 akan sembuh di kemudian hari jika imunitas baik, nyatanya tidaklah sesempit itu.  Happy hypoxia yang terjadi tanpa gejala bisa menyebabkan kematian yang tidak terduga.

            Dengan adanya kasus baru ini, hendaknya membuat kita sadar betapa mengerikannya Coronavirus disease-19 serta fitur penyakit yang ditimbulkan, seperti Happy hypoxia. Namun, sejauh ini kita selalu mendapati masyarakat yang enggan untuk peduli terhadap aturan yang ditetapkan dalam rangka mengurangi morbiditas akibat Coronavirus disease-19. Masyarakat Indonesia masih banyak yang lupa untuk memakai masker, tidak konsisten membersihkan diri, dan berjumpa tanpa menerapkan jaga jarak. Semua kesalahan ini menimbulkan angka mortalitas dan tingkat paparan yang semakin tinggi.

            Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan dan diri sendiri dari bahaya Coronavirus disease-19, serta Happy hypoxia. Penerapan protokol kesehatan secara optimal membuat kita terlindungi dari bahaya tersebut dan tetap bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari. Sehingga, kasus semacam Coronavirus disease-19, Happy hypoxia, dan penyakit lainnya dapat diatasi dan derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat setiap harinya.

Kartika Putri

UKPM Pena BEM KM FKM Unand

Generasi Alpha

 

Sumber :

1.      https://covid19.go.id diakses pada Kamis, 10 September 2020 pukul 00.07

2.      https://www.who.int diakses pada Kamis, 10 September 2020 pukul 00.10

3.      https://www.instagram.com/p/CEwSkKRnlpM/?igshid=1avqn3t0pnycm diakses pada Kamis, 10 September 2020 pukul 00.13

4.      Dhont, S. et al. (2020) ‘The pathophysiology of “happy” hypoxemia in COVID-19’, Respiratory research. doi: 10.1186/s12931-020-01462-5.

5.      Tobin, M. J., Laghi, F. and Jubran, A. (2020) ‘Why COVID-19 Silent Hypoxemia Is Baffling to Physicians’, American journal of respiratory and critical care medicine. doi: 10.1164/rccm.202006-2157CP.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama