[BERITA] Kampanye Bersih Kampus, FKM UNAND Wujudkan Kampus Sehat dan Bebas RokoK

 



Padang, UKPM PENA KM FKM UNAND — Fakultas Kesehatan Masyarakat  (FKM) Universitas Andalas (UNAND) mengadakan kegiatan Kampanye Bersih Kampus dalam rangka memperingati Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, mulai pukul 07.00 WIB di lingkungan FKM UNAND yang dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Kegiatan dibuka dengan senam pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, sambutan Dekan FKM UNAND, dan ditutup dengan gotong royong membersihkan lingkungan kampus.

Kegiatan ini juga menjadi momen peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) FKM UNAND. Penerapan KTR mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dan himbauan Kementerian Kesehatan, sebagai tanggapan atas meningkatnya jumlah perokok muda dan penyakit yang ditimbulkan oleh rokok, termasuk rokok elektrik seperti vape. Sebagai institusi yang bergerak di bidang promotif dan preventif, FKM merasa perlu mengambil peran aktif dalam hal ini.

KTR sendiri adalah area yang bebas dari kegiatan merokok, penjualan, maupun promo8si produk rokok. Perguruan tinggi, termasuk Universitas Andalas, masuk dalam daftar tempat yang wajib menerapkan kebijakan ini. Satgas KTR bertugas memantau titik-titik yang sering digunakan untuk merokok secara bebas, sekaligus menegur dan memberikan sosialisasi langsung kepada pelanggar.

Tujuan utama dari penegakan KTR ini adalah melindungi warga kampus yang tidak merokok dari bahaya asap rokok. Secara medis, perokok pasif justru menanggung risiko yang lebih besar dibanding perokok aktif, mulai dari batuk-batuk hingga penyakit serius seperti jantung, stroke, dan kanker paru-paru”, ucap Bapak Kamal Kasra, S.K.M., M.QIH., Ph.D selaku Ketua Satgas KTR

Yeffi Masnarivan, S.K.M., M.Kes., salah satu panitia dari dosen, menyampaikan bahwa Satgas KTR bukan sekadar alat untuk melarang, melainkan sarana membangun kesadaran bersama.

“Harapan saya, Satgas KTR tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi, mengadvokasi, dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pengendalian tembakau. Keberhasilan KTR bukan diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi dari tumbuhnya kesadaran sehingga kepatuhan menjadi budaya,” ujarnya.

Ia juga berharap FKM UNAND bisa menjadi tempat uji coba nyata penerapan KTR di perguruan tinggi, di mana mahasiswa dapat ikut terlibat dalam penelitian, edukasi, hingga evaluasi kebijakan, sehingga hasilnya bisa dijadikan contoh oleh kampus lain.

Sebagai catatan, Universitas Andalas sebenarnya sudah mencanangkan konsep “Kampus Sehat” sejak 2019. Momentum tahun ini menjadi titik untuk menghidupkan kembali gerakan tersebut, kini dilengkapi dengan program pemilahan sampah dan penegakan KTR yang lebih terstruktur.

Melalui kegiatan ini, FKM UNAND menunjukkan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya paham teori kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi contoh nyata dalam menerapkan hidup sehat di lingkungan sekitarnya.

Penulis: Fricely Aurelian

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama