RASA 15 FKM

 


Jalanan masih belum sepi, meskipun sudah larut begini. Ada yang sepanjang hari, semakin menyeri sampai ke hulu hati. Dingin menusuk sampai ke urat nadi. Siang hanya kesempatan untuk memberi cara agar lebih leluasa. Sebab, meski sedang malam pun tak lagi bernyawa, pikiran tak henti-hentinya bekerja.

-Nola Vita Sari-

___

Malam Indah 

Oleh : happierthanever


Indahnya gemerlap langit malam

Ditemani bintang-bintang

Mengingatkan aku akan dirimu

Sering kupikirkan tentang apa yang kau lakukan malam ini

Ketika aku memandangi bintang-bintang

Apakah kau sudah makan?

Ataukah sedang memikirkanku?

Ah sudahlah itu tidak mungkin

Karena kenyataannya engkau mencintai orang lain

Sedangkan aku di sini selalu mencintaimu

Dan selalu menunggu kabar darimu


Sakit? Itu hal yang pasti

Namun aku sudah terlanjur mencintaimu

Kadang aku bertanya apakah bisa perasaan ini hilang? 

Atau akankah aku mendapatkan akhir bahagia dengan penantian ini?

Aku tidak tau

Semoga saja apa pun akhirnya, itulah yang terbaik untuk kita

___



Jika Sirna

Oleh : Rezky Fauzan


Apabila saja malam tak ada

Tak ada siapa menutup mata

Rembulan legam tanpa nyawa

Senyuman temaram tak berona


Apabila saja malam tak ada

Tak ada siapa kan bergidik

Nestapa datang sebab mencekik

Bahagia meluap bertemu terik


Namun 

Sayang,

Malam hadir bagai permata

Tempat singgah selepas jingga

Angkasa bertabur sang kejora


Kadang 

Kau tahu

Dia dan aku takut begitu hebat

Mata jernih tapi tak dapat melihat

Ulah malam merebut sinaran pekat

___


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama