RASA 4 FKM


 

Not poetry, not story

Everything is written just like that

 

The heart is not a stopover

Love is not a game

Time is ticking

But feelings can't just be stopped.

 

You can go,

and if you come I don't forbid.

But remember..

You can't just come and go.

Because the feeling can expire.

-Anonym-

 

-------------

 

Senja Teduh

Oleh : Ophelia

 

Semua terasa begitu indah awalnya
Senja teduh membingkai cakrawala
Bercengkrama berbagi cerita
Bak sepasang nuri di dahan sana

Kau menutur, aku pun bertutur
"Menarik", benakku dalam diam
Menelusuri rel ceritamu
Terhisap tak sadar waktu

Kuakui segalanya memiliki akhir
Namun tak dinyana secepat ini
Rel itu perlahan menghilang
Ditelan kabut ketidakpastian

Kini, tak kudengar lagi tawa itu
Isak tangis itu..
Luapan amarah itu..
Tapi percayalah
Senja teduh kan slalu menantimu

 

------------

 

Ghosting

Oleh Omega 3

 

Ini sebuah puisi yang bercerita

Tentang fenomena yang muncul dan hilang secara tiba-tiba

Sebut saja namanya seorang anak manusia

Ghosting nama bekennya

Banyak korban yang berjatuhan karenanya

Diberi harapan, lalu hilang seketika

Hari ini masih ada, esoknya tiada

Tanpa ada kabar berita

Tidak ada yang ditinggalkan selain kekesalan

Benar-benar perbuatan yang menjengkelkan

Sebab ia datang bukan menetap hanya singgah sekali

Bagusnya diberi kopi bukan diambil hati

Untuk apa dicari-cari

Sementara yang dicari tidak peduli

Untuk apa melanjutkan komunikasi

Jika tidak ada yang bisa diberi pasti

 

------------

 

Malam Sebelum Ujian Nasional

Oleh: Rahadatul A

 

Treet...treet

Seeorang menggapai alarm biru bergambar Putri Elsa dan Putri Anna. Kamu pasti tau cerita kedua Princess ini. Namun, kali ini bukan menceritakan kembali kisah keduanya, melainkan kisah ‘seseorang’ ini. Sebut saja ia dengan nama Alana. Nama yang indah, bukan? Enam hari lagi ia akan menghadapi Ujian Nasional atau UN. Sejak seminggu yang lalu, ia dan teman-temannya hanya belajar mandiri tanpa didampingi guru di asrama.

Sebuah kondisi yang baru dialaminya. Tiba-tiba saja sebuah pandemi datang menyerang negaranya. Ia menjalani rutinintas paginya, belajar di lantai bawah,di kamar adik-adik kelasnya yang kini terpaksa belajar dari rumah. Sepuluh menit ia fokus belajar, setelah itu ia tergoda untuk menonton MV baru boy band kesukaannya.

Tak terasa matahari semakin meninggi, seseorang mengetuk ruang belajar Alana. Rupanya itu Patricia. Patricia datang membawa secarik surat yang katanya harus dibuka Alana setelah pengumuman kelulusan SMA. Kemudian Patricia pergi dan mengucapkan semangat pada Alana. Alana sedikit bingung, Mungkin ucapan ulang tahun’, pikirnya. Sebentar lagi adalah ulang tahun Alana, dan Patricia memang sering memberikan surat padanya ketika ia ulang tahun. Alana kembali fokus belajar.

Malamnya Alana tertidur pulas memeluk gulingnya yang berbeda cover dengan seprai tempat tidur Alana. Matanya semakin dalam terpejam. Di dalam mimpinya ia melihat box putih yang semakin lama semakin besar. Ada sebuah pintu di sana, kakinya melangkah sendiri menuju pintu itu dan membukanya secara perlahan. Lorong yang dipenuhi bunga Anggrek Bulan Putih menjuntai sampai ke tanah, mimpi apa ini, sangat aneh. Ia terus berjalan melewati lorong itu dan membawanya ke tengah-tengah bangunan berstruktur later Y.

Ia merasa familiar dengan bangunan itu, ya itu bangunan sekolahnya. Di depan bangunan itu ada taman-taman dengan gazebo kayu dan seseorang tengah duduk di sana seolah tengah menanti Alana. Ia tersenyum ramah, wajah orang itu sangat cantik. Awalnya Alana agak sedikit takut, tapi kakinya melangkah sendiri seolah tertarik dengan perempuan bak bidadari itu. Semakin lama, ia menyadari kini tengah duduk di depan Particia yang mengenkan dress putih dengan rambut pirangnya yang dikuncir ke samping. Perempuan cantik itu juga mengenakan hiasan flower crown Crysan kuning di kepalanya. Patricia terus tersenyum kepada Alana, Alana mengerutkan dahinya dan terus bertanya,Kenapa kamu senyum-senyum, sih?

Keheningan yang damai terselip di antara mereka, keduanya saling diam dan menatap taman bunga sekolah yang penuh bunga Crysan kuning kesukaan Patricia. Tiba-tiba saja Patricia bernyanyi...

Kuhampiri jalan yang kita lewati

Setiap hari kita di sini

Ku menanti hadirmu tuk kembali

Hanya kenangan yang tersisa di sini

Namun sekarang kau tlah pergi

Dan kuyakini kau takkan kembali

Mungkin hari ini hari esok atau nanti

Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini

Mungkin hari ini hari esok atau nanti

Tak lagi saling menyapa

Meski ku masih harapkanmu

Ku menanti hadirmu tuk kembali

Hanya kenangan yang tersisa di sini

Namun sekarang kau t;lah pergi

Dan kuyakini kau takkan kembali

Mungkin hari ini hari esok atau nanti

Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini

Mungkin hari ini hari esok atau nanti

Tak lagi saling menyapa

Meski ku masih harapkanmu

Sesungguhnya hatiku tak sanggup menerima

Dan lupakan sgalanya

Mungkin hari ini hari esok atau nanti

Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini

Mungkin hari ini hari esok atau nanti

Tak lagi saling menyapa

Meski ku masih harapkanmu, ooh

Meski ku masih harapkanmu, ooh

Kurelakanmu

 (Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti - Anneth Delliecia )

 

Setelah Patricia bernyanyi, Alana terbangun dengan air mata yang menetes. Kemudian, ia mendengar suara sorak sorai di luar yang membuatnya bingung. Ia bertanya pada Ellen, teman sekamarnya yang baru masuk ke kamar.

“Kenapa ribut di luar, Len?”

“Kita nggak jadi UN Lana! Yeay... Untung udah packing, tinggal pulang deh. Yuhuuu!   

Ia tersenyum sangat lebar. Seharusnya Alana bahagia, tapi hatinya tidak. Ia segera beranjak pergi ke kamar Patricia dan yang ditemuinya hanya ruangan kosong tanpa seorang pun di san. Patricia sudah pulang duluan karena sudah dijemput orang tuanya. Apa maksud mimpi tadi malam? Mengapa sahabatnya pergi begitu saja dan meninggalkan secarik surat yang boleh ia baca dua bulan lagi? Alana memutuskan untuk tidak membuka surat itu sebelum ia berhasil menghubungi Patricia. Namun, entah kapan ia bisa mendengar suara indah Patricia lagi. Ia berusaha untuk menghubungi Patricia, tapi tak pernah satu pun pesan atau teleponnya yang dibalas. Sejak hari itu, Patricia hilang bersama mimpi sebelum ujian nasional.

 

------

 

Teruntuk Hati

Oleh Silfia Rizky

Dear
, Hati

Jangan terlalu sibuk merasakan

sakitnya ditinggalkan oleh dia

Tapi, pernahkah kau rasakan
Bagaimana sakitnya Allah
yang sering kau tinggalkan?

Dear
, Hati
Kau tau kenapa sering lelah?
Itu karena kau tidak Istiqomah
Kembalilah kepada Allah

Agar kau tak lagi salah arah

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama