Suhu Ekstrim Meningkat Indonesia Waspada

Musim kemarau atau musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut. Wilayah tropika di Asia Tenggara dan Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika, dan sebagian Amerika Selatan mengalami musim ini
Berlangsungnya musim kemarau di Indonesia bersamaan dengan bertiupnya angin musim timur dan terjadi antara bulan Maret-September. Namun pada bulan Maret dan September, ada kemungkinan hujan tetap turun karena gerakan angin yang tidak menentu. Musim kemarau di Indonesia kebanyakan berlangsung antara bulan April sampai bulan September. Ketika musim kemarau berlangsung, kelembaban udara cenderung sangat rendah. 
Namun, yang kita rasakan pada saat ini, suhu udara cukup ekstrem bila dibandingkan dengan musim kemarau sebelumnya. Bahkan bisa mencapai 37 derajat celcius di beberapa kota di Indonesia. Seperti Bali dan Solo yang mencapai 35 dan 37 derajat celcius. 
Mengapa hal ini bisa terjadi? Penjelasan dari BMKG yaitu suhu panas terjadi karena persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari. Seperti diketahui pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga Desember 2019.
Sehingga pada Oktober, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan yaitu Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sebagainya. Kondisi ini mengakibatkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak. Sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari.
Selain itu pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari. Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara.
Gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Dalam waktu sekitar satu minggu ke depan masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia mengingat posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan dan kondisi atmosfer yang masih cukup kering. Sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil pertumbuhannya.
Suhu ekstrim tersebut jelas memiliki banyak dampak baik bagi lingkungan maupun diri sendiri. Dari segi kesehatan, suhu ektrim ini bisa menyebabkan seseorang terkena dehidrasi, maka dari itu dianjurkan untuk membawa air mineral jika ingin beraktifitas di luar ruangan, sehingga bisa terhindar dari dehidrasi.  
Selain dehidrasi, suhu ekstrim pun bisa mempengaruhi kesehatan jantung, dan apabila kita terpapar serangan panas yang cukup tinggi secara terus-menerus dalam waktu yang lama, maka dapat berpotensi memicu kerusakan otak. 
Suhu eksrim tidak dapat kita cegah ataupun kita hindari. Namun, kita bisa mempersiapkan diri kita menghadapinya agar terhindar dari penyakit – penyakit yang mungkin menyerang kitaMaka dari itu kita semua perlu mengantisipasi atau siap mengahadapi kondisi cuaca yang ekstrim, berikut tips menghadapi cuaca ekstrim.
 Ini adalah persiapan yang diperlukan : 
• obat-obatan seperti obat flu , obat batuk , angin sampah , obat sakit kepala.
• Rutin melaksanakan olahraga, tetapi jika tubuh memiliki kondisi yang kurang baik maka jangan dipaksa untuk olahraga
• Jangan begadang sepanjang malam . (Anak-anak khususnya anak kecil, terserang batuk basah)
• Makan makanan yang sehat dan bergizi .
• Cuaca Panas Wajah / kering. Panas dapat mempengaruhi kita manusia di Indonesia . Jadi kita harus pintar membaca situasi .
Langkah-langkah adalah sebagai berikut :
1. Pemberian obat-obatan seperti obat sakit maag , obat sakit kepala , obat flu , obat
 batuk , mereka menolak angin .
2. Kurangi asupan makanan berlemak seperti gorengan .
3. Kurangi makanan bersantan seperti opor ayam kari rendang .
4. Mengurangi minuman dengan es dan air dingin dari lemari es . Air minum yang lebih baik pada suhu normal atau air panas lebih sehat .
5. Jangan merokok atau mencoba untuk mengurangi rokok .
6. Jangan begadang sepanjang malam . Mengapa lungkrah tubuh , menggigil, demam dan pilek
7. Terus latihan dan konsumsi makanan sehat dan bergizi .
8. Pergi untuk sepeda jarak jauh , selalu masker hidung dan helm full face .


(Nurul Hafizah)
UKPM Pena BEM KM FKM Unand
___________________________________

Generasi Cakrawala

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama